coretan-coretan tangan seorang rosi rosmala dewi

MenYeLami HaTi… MeMakNai DiRi… MeReSapI HiDUp…

Pasca KKL ke Indramayu

Filed under: corat-coret ga jelas — cherry-calosa at 7:50 pm on Thursday, January 18, 2007

KKL ke Indramayu kayaknya bisa dirangkum dalam 1 kata:

MELELAHKAN!!!

Pfiuh… walau begitu, alhamdulillah perjalanan lancar! Tinggal laporan yang harus diselesaikan, hiks… hiks… ^_^

Selain itu, banyak cerita yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Ada suka, ada duka. Ada tawa, ada tangis. Ada emosi, ada haru. Semua bercampur aduk dalam tiga hari yang bisa dibilang terlalu singkat. Tadinya saya berencana menuliskan semua itu dan posting hari ini di blog. Ternyata tidak sempat. Mungkin minggu depan, Insya Allah :)

Ohya, ada yang mau oleh-oleh? Manisan mangga dan terasi khas Indramayu masih ada tuh. Bilang aja ke saya ya, tapi harus secepatnya, bisi keburu abis, heuheuheu… :p

– Jatinangor, @ Connect-net no.4, 19 Januari 2007, pkl. 10.50 WIB –

4JJ1 Give Us What We Need…

Filed under: kata-kata bermakna — cherry-calosa at 7:37 pm on Thursday, January 18, 2007

Pengirim:
‘dr.Narsis’ :p

Karena hanya 4JJI yang menggenggam setiap jiwa dan sanggup melakukan apapun atasnya…
<24 Juli 2003     17:45>

Hati adalah tempat diri melihat dunia, pahamkan keinginannya agar tetap di jalan 4JJI… BETAPAPUN KEADAANNYA…!
<25 Juli 2003     22:19>

Dewasa itu, dia tau yang terbaik untuk dirinya dan orang lain, dia memutuskan segala sesuatu atas dasar iman, dia punya prinsip yang teguh atas dasar cintanya kepada 4JJI dan cinta 4JJI kepadanya.
<27 Juli 2003     19:28>

Segala kebaikan datangnya dari 4JJI… Jangan berhenti berdoa karena 4JJI menyukai hamba-Nya yang banyak meminta kebaikan kepada-Nya.  ”COME TO 4JJI… YOU’LL NEVER FAIL”
<27 Juli 2003     20:27>

Kita hanya berkeinginan sebagaimana 4JJI menciptakan keinginan di qolbu kita, 4JJI know d best.
<31 Juli 2003     17:51>

Sahabat bertanya, ”Ya Rasulullah siapakah orang yang paling mulia akhlaknya?” Rasul menjawab, ”Yaitu yang BERSIH HATINYA dan LURUS HIJABNYA” (HR Ibn Majah) 4WI alam bishawaf..
<22 Agustus 2003     21:23>

Seorang muslim hanya ada dalam dua keadaan… jika dia tidak sedang BERSYUKUR… berarti dia sedang BERSABAR…  — 4JJIalam –
<8 September 2003     21:45>

Tugas kita cuma 3: Luruskan niat, Sempurnakan ikhtiar, Akhiri dengan tawakal… ”DO D’BEST, 4JJI D’Rest…”
<13 Oktober 2003     20:23>

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?
<8 Desember 2003     20:57>

Orang yang ga akan merugi itu orang yang saling mengingatkan yang haq, bukan orang yang nunggu supaya orang lain nyadar kesalahannya dan akhirnya tau yang haq <4JJIalam>
<13 Desember 2003     13:41>

Kami berpagi hari dan berpagi hari pula kerajaan milik 4JJI. Segala puji milik 4JJI, tiada sekutu bagi-Nya, tiada ilah melainkan Dia, dan pada-Nya tempat kembali.
<24 Desember 2003     07:47>

Perjalanan masih panjang, sayang kalo dipake untuk putus asa, smile… hidup terlalu indah untuk cemberut.
<27 Desember 2003     09:19>

“Barangsiapa yang memujaku… sesungguhnya aku kelak akan mati… Barangsiapa yang menyembah 4JJI… sesungguhnya 4JJI Maha Hidup, tiada bagi-Nya kematian..” (bukan quran/ hadist)
<10 Februari 2004     21:21>

Kemerdekaan terbesar seorang manusia adalah kemerdekaan untuk memilih, tentu dengan segala konsekuensi dan manusia pun merdeka untuk menilai, tentu dengan segala konsekuensinya juga. Hanya 4JJI yang berhak memuliakan dan menghinakan siapa yang Dia kehendaki…
<23 Februari 2004     21:14>

Agar taksalah melangkah: 1.Selalu berbaik sangka kepada 4JJI; 2.Selalu hati-hati; 3.Jauhi dosa; 4.Banyak berdoa; 5.Jangan mengharapkan datangnya musibah… 4JJI bersamamu hari ini dan selamanya!!!
<12 Juli 2004     21:08>

4JJI does not give you what u want, but HE give you what u need… even if you don’t know that you need it, HE will give it to you… be sure!!!
<6 Agustus 2004    08:07>

Banyak-banyak bersyukur atas nikmat-Nya, apapun itu.
<14 Agustus 2004    20:41>

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk” (QS.98 : 7)
<14 November 2005     21:34>

Biarkan takdir 4WI berjalan atas kita.. apapun kita jadinya.
<15 November 2005     22:08>

Hanya kepada 4WI-lah orang-orang mu’min bertawakal.. Dan hanya kepada 4WI-lah para ahli tawakal bertawakal.. Katakan padaku..!! Apa yang lebih baik daripada takdir 4WI???
<29 Desember 2005     20:32>

Katakan pula padaku..!!! Siapa yang lebih layak dicintai daripada 4WI..
<29 Desember 2005     20:47>

Wa’asaa antakrohuu syai’aw wa huwa khoirullakum. Wa’asaa ayyuhibbuu syai’aw wa huwa syarrullakum. Wa4WI ya’lamu wa antum laa ta’lamuun (Q.S.2:216)
<30 Desember 2005     16:06>

Waktu adalah ruang-ruang kosong yang bisa dipakai untuk berjihad.. terserah kita, mo jihad asal-asalan ato terencana.
<3 Januari 2005     21:18>

"Terima kasih karena telah menunjukkan pada saya keindahan itu…
walau keindahan itu ternyata belum bisa sepenuhnya saya genggam.
Tapi, kata-kata darimu ini selalu menguatkanku untuk kembali mengeratkan genggaman.
Terima kasih…"

[ Semoga bisa menjadi pengingat pula bagi siapa pun yang membaca kata-kata di atas ini :) ]

– Jatinangor, @ Connect-net no.4, 19 Januari 2007, pkl. 10.32 WIB –

Unfolding Sympathy

Filed under: Music — cherry-calosa at 7:27 pm on Thursday, January 18, 2007

Please show me how
Turn it back to ordinary
Just me killing all my sanctuary

Please lead me how
Giving courage to be haunted
Just me running from my deepest meanness

Why does it’s hard to explain?
Why does it’s hard to let go?

Rain comes falling
Could surrounding my head
Can’t stop thinking

Fears emerging
Love still bleeding my mind
Can’t stop hiding

Why does it’s hard to explain?
Feel like I’m ignoring the reason why
I’m standing here to breath the air

Why does it’s hard to let go?
Let my ears still learning to listen how
My heart try to escape me from tears

"Unfolding Sympathy"
by: Homogenic (album: Echoes of The Universe)

– Jatinangor, @ Connect-net no.4, 19 Januari 2007, pkl. 10.25 WIB –

Si Putri Bungsu

Filed under: my GREAT family — cherry-calosa at 5:21 pm on Friday, January 12, 2007

Kalo kita baca cerita-cerita dongeng atau cerita-cerita rakyat, biasanya si Bungsu selalu jadi pihak yang mendapatkan kebahagiaan dibandingkan dengan si Sulung, si Tengah, dan yang lainnya. Contohnya kayak di Beauty & The Beast atau Cinderella.

Saya sebagai putri bungsu di keluarga kadang suka envy aja, soalnya saya malah lebih banyak merasakan ketidakbahagiaan. Heuheuheu… Sebenarnya bukan masalah besar, hanya soal proteksi yang (saya anggap) terlalu berlebihan saja, sehingga sering membuat saya tidak nyaman.

Sebentar lagi, tepatnya Senin, 15 Jan sampai Rabu, 17 Jan nanti, saya akan mengikuti KKL ke Indramayu. Acara jurusan ini melibatkan semua dosen di jurusan, mahasiswa SasIndo angkatan 2004 dan 2006. Hari ini pkl.11.30 akan diadakan pembekalan di kampus. Ibu saya khawatir sekali, dan terlihat begitu riweuh (sibuk) menjelang keberangkatan saya. Ditambah lagi, berjuta petuah keluar dari mulutnya. Padahal, saya "hanya" pergi ke Indramayu, selama 3 hari 2 malam!

Bayangkan akan seperti apa reaksi ibu saya kalo pas KKN nanti saya kebagian di Bogor atau Cianjur atau Magelang???

Bagaimanapun, saya berusaha mengerti posisi beliau sebagai seorang ibu yang memiliki anak perempuan, bungsu pula, dan (saya akui sih…) manja seperti saya :D Tapi, kalo seperti ini terus rasanya saya bisa semakin terbebani. Padahal saya berencana mengunjungi berbagai kota sendirian (atau bersama teman-teman juga) suatu saat nanti. Padahal saya berencana ingin naik gunung mana saja sampai ke puncaknya. Kalo seperti ini terus, bisakah rencana-rencana saya tersebut akan bisa terwujud?

Proteksi ini pula yang menjadi faktor penghambat saya sehingga tidak bisa mengikuti UKM pencinta alam di kampus. Padahal sejak SMA saya selalu mengidam-idamkan jadi anggota UKM ini :( Ya itu tadi, bagaimanapun, saya selalu menjadi lemah jika berhadapan dengan ibu saya. Kurangnya komunikasi dari hati ke hati mungkin jadi penyebabnya juga. Akibatnya, ibu saya kurang memahami impian-impian dan keinginan saya.

Pada akhirnya, saya hanya bisa pasrah ^_^

Indramayu… Bogor… Yogyakarta… tunggulah aku!

– Jatinangor, @ Chapter no.13, 13 Januari 2007, pkl. 08.23 WIB –

My FinaL DecisioN

Filed under: Music — cherry-calosa at 4:56 pm on Friday, January 12, 2007

I finally run with my finger
Breathing without any expectation
That’s you who left me, beneath hope and meanness
And now I fall into the bar of your enchantment

This is not the way you hold me, you drive away
This is not the way you stole my heart, you push me to your cleft

I fell so immortal
I’ll walk I live with my decision
To forget you

"Hope, Meanness, & Decision"

by: Homogenic

www.homogenicworld.com

– Jatinangor, @ Chapter no.13, 13 Januari 2007, pkl. 07.58 WIB –

Hope, Meanness, & Decision (3)

Filed under: kata-kata bermakna — cherry-calosa at 4:19 pm on Thursday, January 11, 2007

[Putri Hujan] Sepertinya kemarau sudah tiba. Kk ga perlu repot-repot nyeduhin teh hangat lagi buat saya, karena bulir hujan sudah berhenti menitik.
[Kk PsiKoLoG] Oh ya? Saya perlu ngucapin apa? Selamat atau tabah yah? Di kemarau kamu jadi bunga matahari saja. Berdiri angkuh dan kokoh. Biar Hanya kumbang yang bernyali saja yang berani menyapamu! Hehe.. Jangan asyik berjemur juga tapi yah. Nanti kuLit kamu terbakar!
[Putri Hujan] Oke k, saya siap jadi bunga matahari di kemarau ini! Biar bisa selalu tegar menantang sinar matahari seterik apa pun. Eh, kalo suatu saat saya terbakar, kk sediain air dingin ya =)

[Kk PsiKoLoG] Siip. Di keDai saYa semuanya ada kok. Segala cuaca dan musim juga bisa. Selama saya bisa akan saYa coba. ^^,

07 Januari 2007 pkl.11.42-pkl.11.54 WIB

NB:
K’, di kedaimu ada jus melon pake es ga?
Heuheuheu… =D

– Jatinangor, @ Chapter no.1, 12 Januari 2007, pkl. 07.20 WIB –

Dua Jam Bersama Putri

Filed under: my lovely friends — cherry-calosa at 4:14 pm on Thursday, January 11, 2007

Hari itu Kamis, 4 Januari 2007.
Saya janjian sama seorang sahabat saya, Putri alias Uti, di ITB. Tepat jam 3, saya udah nyampe di ITB. Sambil menunggu Uti, saya duduk di dekat air mancur ITB, tempat favorit saya. Badan yang kegerahan sehabis "dijemur" di Jatinangor sebelumnya, rasanya jadi segar kembali. Pfiuh… nyaman banget! Beberapa menit kemudian, Uti datang bertepatan dengan adzan Ashar.
Ada beberapa mushola yang dijadikan opsi untuk salat. Saya memilih mushola anak Farmasi karena lebih luas, nyaman, dan memisahkan tempat salat kaum Hawa dan kaum Adam. Selesai salat, Uti dan saya duduk-duduk di sebelah mushola. Wow, saat saya menatap "benda" yang ada di pangkuan Uti, mata saya berbinar-binar. Sebuah laptop! Huhuy, secara gitu saya yang gaptek ini ngeliat benda secanggih itu, mungkin kayak wajah manusia purba ngeliat korek api :D
Mari kita sedikit berbicara tentang laptop punya Uti. Jangan kaget Saudara-Saudara, laptop Uti ini diberi nama layaknya makhluk hidup atawa peliharaan! Namanya imut dan unik: IBI. Kata Uti, itu singkatan dari IF Wanna Be. Ga ngerti tuh saya apa maksudnya :D Saya geleng-geleng kepala. Aneh aja, barang-barang kok dikasih nama. Waktu saya ngeluarin mp3 player saya (hadiah ultah ke-20 dari Babeh saya tercinta, berwarna dominan merah dan ada itemnya), Uti nanya namanya siapa. Halah, saya cuma nyengir…
Perihal penamaan nama, benda yang saya kasih nama cuma boneka-boneka saya.
Boneka yang tergeletak di samping bantal saya pertamanya cuma sebuah, yaitu boneka beruang ukuran sedang. Itu hadiah ultah ke-19 dari Teh Sri, temen Teh Reni, kakak saya. Saya kasih nama standar: Teddy.
Belakangan, nambah lagi satu, yaitu boneka kucing gendut jenis Calico yang warna bulunya dominan putih cuma ada warna item dan jingga di bagian atasnya. Itu hadiah ultah ke-20 dari 3 sahabat saya, Leny, Garnis, dan Mira. Mereka emang paling tahu banget kalo saya kucing-holic alias tergila-gila banget sama kucing. Bayangin aja, daripada motoin cowok-cowok cakep yang melintas, saya lebih memilih motoin kucing yang lagi guling-gulingan atau lagi tidur atau lagi nyusuin anaknya (secara gitu saya paling phobia sama makhluk berlabel cowok cakep :p)! Yang lucu dari boneka kucing ini, dia gak punya kumis. Mungkin si pembuat lupa atau emang sengaja, saya gatau :D Nama kucing gendut ini terinspirasi dari nama temen saya: Douwny (untung yang punya nama gak keberatan namanya dijadiin nama boneka kucing gendut ga berkumis, heuheuheu… :p).
Lalu, nambah lagi 3 boneka paus abu-abu ukuran kecil yang dikasih temen saya, Ali, sebagai hadiah ultah ke-20. Kenapa berjumlah 3? Jawab yang ngasih, itu perwakilan dari 3 huruf: A-L-I, dan paus itu lambang persahabatan. Boneka paus ini masing-masing punya keunikan tersendiri yang membedakannya dengan yang lainnya. Saya kasih nama masing-masing: Tata, Hikaru, dan Jojo. Kesejarahan pemberian nama ini mengherankan juga, karena terlintas begitu saja di kepala saya.
Jadi, begitulah sedikit pembicaraan gak penting tentang pemberian nama boneka-boneka saya :p
Balik lagi ke Uti dan si Ibi. Saya cuma masukin lagu-lagu yang ada di si Ibi ke mp3 player saya. Wah, saya seneng banget karena ternyata Uti punya beberapa lagu King of Convinience yang udah sangat lama saya cari-cari! Selain itu, saya masukin juga 3 lagu Sherina yang masing-masing berjudul "Aku dan Rembulan", "Putri dalam Cerminan", dan "Dua Balerina". Ada lagu "Silk Road"-nya Kitaro juga, Kenny Loggins, dan beberapa lagu yang direkomendasikan Uti. Setelah proses pentransferan lagu selesai, Uti bermaksud mengistirahatkan si Ibi. Sebelumnya, Uti nunjukin wallpaper si Ibi yang dibuatnya sendiri. Ada beberapa baris kalimat tertulis di sana, yang Uti kutip dari tulisan Dewi Lestari. Lengkapnya, tulisan itu bunyinya seperti ini:

Di hamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir.
Sekalipun nyaman engkau di tengah impitan sesamamu,
tak akan ada yang tahu jika kau melayang hilang.

Di lingkungan gurun yang serba serupa, untuk apa lagi menjadi kaktus.
Sekalipun hijau warnamu, engkau tersebar di mana-mana.
Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.

Di lansekap gurun yang mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase.
Sekalipun rasanya kau sendiri,
burung yang tinggi akan melihat kembaranmu di sana-sini.

Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi.
Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu,
angin malam akan menggigil ketika melewatimu,
oase akan jengah, dan kaktus terperangah.
Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi,
atau sekadar bergerak dua inci.

Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka,
kau berani putih meski sendiri,
karena kau… berbeda.

("Salju Gurun" dalam buku Filosofi Kopi karya Dewi Lestari)

Wuih, dalem banget! Saya jadi teringat sama diri saya sendiri yang telah dengan sukses telah menjadi salju di tengah gurun. Saya berbeda dari temen-temen saya di SMA 3. Saya berbeda dengan mereka karena saya "berani beku dalam neraka, berani putih meski sendiri". Saya berbeda karena dari sekian ratus anak SMA 3 angkatan 2004, cuma saya sendiri yang memilih jalan masuk Sastra Indonesia Unpad :) Hanya saja, setelah berada di gurun yang baru, sepertinya saya masih harus terus berjuang sekuat tenaga supaya bisa menjadi salju, karena di gurun yang baru, ada banyak hal yang menggoda saya untuk hanya sekadar menjadi butiran pasir atau kaktus atau oase. Pfiuh… sungguh tidak mudah.
Setelah si Ibi diistirahatkan, cacing-cacing dalam perut saya sudah meronta-ronta minta makanan. Bagaimana saya gak kelaparan, saya memang tidak sempat makan siang sewaktu di kampus tadi. Uti pun mengajak saya ke kantin belakang Salman. Kata Uti, di sana ada makanan-makanan super enak dengan harga standar. Ah, rasanya apa pun akan terasa enak jika sedang kelaparan. Benar bukan? :D
Di tengah perjalanan, saat menyusuri selasar dan lorong-lorong ITB, saya mengeluarkan celetukan:
"Wah, di ITB banyak banget tipe Oci, Ti!"
"Hah?"
"Iya. Makhluk-makhluk bertubuh tinggi, kurus, pake kacamata, rambut dibelah tengah… Aneh, kok yang berhasil memenangkan hati ini selama ini malah jauh dari kriteria-kriteria itu ya? Ada beberapa orang. Ada yang gak tinggi, ada yang gak pake kacamata, gak kurus, dan rambutnya gak dibelah tengah… ya pokoknya jauh deh."
"Berarti Oci jangan sampe liat si 10 Tahun."
"Si 10 Tahun? Emang kenapa?"
"Soalnya rambut dia sekarang udah ganti kacamata. Rambutnya juga dibelah tengah lho."
"Oya? Wah, Oci sih udah sama sekali gak peduli. Sedetik pun, gak pernah terlintas di pikiran tuh!"

Pembicaraan tentang manusia yang dijuluki "Si 10 Tahun" pun terhenti sampai di sini. Selama beberapa saat, saya teringat pada sosok manusia yang dulu sempat merajai otak dan hati saya (halah, bahasana! ^_^) selama lebih kurang 10 tahun sejak kelas 3 SD sampai kelas 3 SMA! Dulu, saya sering bilang tanpa ragu bahwa sampe kapan pun, saya akan tetap mengejar manusia itu. Kini, bahkan namanya saja sama sekali tidak pernah terlintas lagi di pikiran saya! Aneh memang, waktu yang sedemikian lamanya sekarang saya rasakan malah menjadi waktu yang sia-sia. Saya sering terheran-heran mengapa dulu saya sampai sebegitunya "kageloan" sama manusia yang satu itu. Ah, saya tersadarkan kembali bahwa sungguh Allah memang Maha Pembolak-Balik Hati. Belum tentu manusia yang kita cintai saat ini akan tetap kita cintai di masa depan. Jadi, cintailah seseorang sekadarnya, heuheuheu… sok nasihatin gituh! :D
Dan akhirnya… saya dan Uti tiba di kantin belakang Salman. Horeee… wangi-wangian yang menggugah selera segera tercium oleh hidung saya! Oya, kantin ini yang pernah dijadikan tempat syuting film "Jomblo". Kalo gak diajak Uti, entah kapan saya berkunjung ke kantin ini. Uti menawarkan 2 opsi makanan: Nasi Goreng Keju atau Ayam Goreng Keju. Hmm… keju? Wuaaaaa, favorit saya banget! Tadinya pengen mesen dua-duanya gitu, hihihi… :p Tapi, berhubung kondisi keuangan saya sedang buruk dan saya gak pengen nanti saya gak bisa jalan pas pulang karena kekenyangan (^^;), pilihan saya pun jatuh pada Ayam Goreng Keju. Minuman yang saya pesan yaitu jus melon, kalo Uti mesen jus stroberi.
Sekilas tentang melon, inilah jenis buah yang paling saya sukai di antara buah-buahan lainnya. Sejak SMP, SMA, sampai detik ini, melon masih menjadi pilihan saya yang utama. Baik buahnya ataupun jusnya, bagi saya sama nikmatnya. Setiap kali suasana hati saya sedang mumet gak jelas, pasti saya nyari buah ini di sela-sela gerobak tukang buah atau tukang jus. Kalo ada, langsung saya beli. Rasanya enak banget di lidah saya. Terasa manis dan menyegarkan. Kemumetan pun lenyap. Sama seperti efek hujan buat saya. Bisa dibilang, saya cinta melon sama seperti saya cinta hujan :)
Kalo keju, beberapa teman saya sangat membencinya. Eneg, kata mereka. Mira, salah satu sahabat saya di kampus, adalah salah satu pembenci keju. Saya sering menggodanya dengan membawa bekal roti keju atau makanan lain yang mengandung unsur keju, ke kampus. Sementara teman-teman yang lain saya bagi, Mira tidak bisa ikut menikmatinya karena ada kejunya, hihihi… :p
Ayam Goreng Keju di kantin ini unik. Sekilas, penampilannya saat tersaji di piring mirip dengan pisang keju. Ayam goreng tersebut dipotong-potong bentuk kotak, lalu ditaburi keju serut di atasnya. Hmm… nyummy! Tanpa dikomando, saya langsung mencicipi sepotong, dan… wow, lezat!
Saya dan Uti mengobrol banyak. Sebenarnya lebih banyak saya yang curhat tentang beberapa hal yang belakangan ini membuat saya gundah gulana (^^;). Seperti biasa, Uti dengan jeniusnya mampu memberikan komentar-komentar dan saran-saran bijak yang membuat saya mengangguk-ngangguk membenarkan. Pfiuh… rasanya agak plong hati ini rasanya setelah berbagi dan mendengarkan semua kata-kata Uti. Makasih ya Uti :)
Selesai makan dan membayar, waktu sudah menunjukkan pukul 5 lebih sedikit. Uti dan saya harus menyudahi pertemuan, karena Uti harus mengikuti rapat. Baru saja berjalan beberapa langkah, Uti menunjukkan SMS yang baru saja diterimanya. Isinya lebih kurang seperti ini:
"Ga tau kenapa kalo liat langit biru yang cerah suka inget Uti. Apalagi kalo liat bintang di langit malam… blablabla (intinya mah ngingetin supaya dateng rapat)"
Saya langsung senyum begitu selesai membacanya. Saya hanya teringat pada orang-orang yang pernah mengucapkan kalimat-kalimat senada pada saya. Seperti "kalo hujan turun jadi inget Oci", "kalo liat melon jadi inget Oci", atau "kalo liat sapu jadi inget Oci" (!). Kalo yang soal hujan dan melon sih masih bisa dimaklumi. Misalnya, saya pernah hujan-hujanan bareng sama yang bilang "kalo hujan turun jadi inget Oci" atau yang bilang itu emang tahu banget kecintaan saya sama hujan. Misalnya juga, saya pernah makan melon bareng sama yang bilang "kalo liat melon pasti inget Oci" atau yang bilang itu emang tahu banget kecintaan saya sama melon. Tapi… kok sampe ada yang bilang kalo liat sapu jadi inget saya coba??
Hihihi, jadi begini ceritanya. Ada seorang manusia yang saya juluki "Pengki" karena wajahnya emang gak jauh beda alias mirip-mirip gitu sama Pongky, vokalis Jikustik. Mulanya manusia itu gatau kalo tentang julukan itu, tapi karena satu dan lain hal, saya mau gak mau harus jujur bilang padanya kalo saya menjulukinya seperti itu. Begitu beliau tahu, wah… beliau ngambek dan mencak-mencak! Katanya, beliau gak sudi disebut Pengki! Malah, beliau balas menyebut saya Sapu, karena Sapu selalu mengejar-ngejar Pengki. Hari itu Selasa, 26 September 2006. Ini SMS-an saya dengan beliau:

From : <Yoga>   23:51
Eh.. Sy ga sudi dsebut PENGKI..!!!!
To : <Yoga>   
=D Itu kan DULU, heuheuheu.. afwan deh! =D
From : <Yoga>   23:57
Klo gt.. yg ngejar2 pengki pasti SAPU dong!! Dasar SAPUUU!!!
To : <Yoga>   
Hwahahaha..! =P =P =P

Begitulah percakapan menjelang tengah malam antara Pengki dan Sapu :D Halooo, saya disamakan dengan Sapu yang selalu mengejar-ngejar Pengki? Secara saya dibilang "mengejar-ngejar" beliau?? Berarti beliau selalu "lari-lari" melulu dong kalo ketemu saya? Atau malah menikmati ya, seperti Pengki yang selalu ikhlas menerima sampah yang diberikan Sapu? Yah, walaupun nantinya sampah dari Sapu itu gak disimpen Pengki lama-lama, tetapi langsung dibuang ke tong sampah. Heuheuheu… apaan sih? Ah, hanya bagian masa lalu yang menggelikan (^^;).
Uti mampir dulu ke kios penjual buku di sebelah kantin yang katanya sih jual buku murah kayak di Palasari. Di sana, Uti beli buku Personality Plus. Entah kenapa? Mungkin karena ingin lekas mengenyahkan sisi kemelankolisan yang ada pada dirinya?? Wah, bantuin Oci juga lah, Ti… :p
Selesai tawar-menawar harga dan buku pun berpindah tangan dari si penjual ke tangan Uti, kami pun kembali ke kampus ITB. Uti menghadiri rapat, saya pulang melewati rute awal. Percakapan terakhir kami benar-benar gak jelas dan gak penting:

[Saya] Kalo Oci liat langit atau bintang, Oci gak akan inget Uti.
[Uti] Uti juga, kalo hujan, gak akan inget Oci.

Heuheuheu… dan demikianlah dua jam bersama seorang Putri Setiani, sahabat saya yang mungil, si Pencinta Bintang dan Pendamba Kejora…

NB:
Kok malah ngelantur kemana-mana gini yah, Ti?
Btw, kan udah kemarau nih. Hujan bakal jadi langka terlihat.
Jangan sampe gak inget sama Oci yah, Ti…
Hujan gak hujan, pokoknya harus tetep inget sama Oci! Heuheuheu… maksa…

(^^;)

– my room in Bandung, ditik di kompiku sayang, 11 Januari 2006, selesai pkl.22.52 WIB – 

Sial, Aku Jatuh dan Patah Lagi…

Filed under: corat-coret ga jelas — cherry-calosa at 10:18 pm on Friday, January 5, 2007

Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…

Setelah cukup lama aku angkuh dalam kesendirianku,
Tiba-tiba saja kamu hadir dalam hidupku,
Meruntuhkan setiap pondasi keangkuhan yang telah aku bangun.

Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…

Kamu tampak begitu sempurna di mataku,
Membuatku seperti kehilangan superioritasku
dalam segala hal.
Meskipun aku tahu pasti,
kamu tidaklah sempurna.

Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…

Tapi aku tidak pernah mengerti,
sungguh-sungguh tidak mengerti,
mengapa rasa ini tumbuh dan menggerogoti hatiku.
Lucunya, aku membiarkan rasa ini mendominasiku,
dan yang aku takutkan, aku menyukainya,
aku takut, aku menginginkan rasa ini menguasaiku.

Dan, tahukah kamu, rasa ini mulai menggangguku,
Mengganggu makanku,
Mengganggu tidurku,
Mengganggu otakku untuk tetap sadar dan… WARAS!

Aku mulai sibuk memikirkanmu,
Bibirku mulai banyak berbicara tentangmu,
menyebut namamu, mendoakanmu.
Bahkan, terlalu banyak…

Aku mulai menulis dengan coretan-coretan namamu,
di kertas, di buku, di komputer,
di tembok, di bangku kuliah,
bahkan di kaca angkot yang berembun waktu hujan turun!

Dan, tahukah kamu?
Aku mulai mencari tahu,
segala tentang kamu,
ulang tahunmu,
makanan kesukaanmu,
musik kesukaanmu,
buku kesukaanmu,
film kesukaanmu,
kebiasaan-kebiasaanmu,
sifat-sifatmu,
cita-citamu,
bahkan, wanita yang kamu impikan.

Tahukah kamu?
Bagiku,
kamu lebih rumit,
lebih sulit dipahami,
lebih memusingkan,
dan bahkan lebih sulit dimengerti daripada teori chaos.

Kamu tampak sangat misterius,
Kamu membuatku sangat penasaran,
kamu tampak begitu menyejukkan
setiap mataku mencuri pandang padamu,
dan aku sangat menyukai cara kamu tersenyum dan tertawa.

Ya, aku sangat mengagumi keseluruhanmu.
Sungguh betapa beruntungnya wanita
yang kelak menjadi fokus utama pandangan matamu,
yang kelak mendapatkan senyumanmu setiap saat,
yang kelak selalu bisa mendengar suara dan tawamu setiap hari.

Lalu, tahukah kamu?
Setiap namamu terdengar di telingaku,
Sudah cukup membuat saraf-saraf otakku bekerja melukis sosokmu,
sudah cukup membuat degupan jantungku meningkat dua kali lipat,
dan sudah cukup untuk membuatku tampak bodoh.

Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…

Dan aku benci jika rasa ini sudah mengendalikanku,
mengendalikan cara bicaraku,
mengendalikan cara berpikirku,
mengendalikan tingkah lakuku,
mengendalikan suasana hatiku.

Walaupun, jujur saja,
aku rindu untuk merindukan orang sepertimu.

Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…

Dan aku tahu,
Kamu bukan seperti lelaki kebanyakan,
Kamu begitu terjaga,
Kamu begitu terlindung.
Dan mungkin, ada ranjau di sekelilingmu
yang membuat wanita sepertiku berpikir 1000 kali untuk mendekatimu.

Dan aku pun tahu,
Kamu hanya akan memberikan cintamu
pada wanita yang kaujemput dalam sebuah lingkaran suci,
lingkaran akad.
Bagimu, tidak ada pacaran dalam kamus kehidupanmu.
Buatmu, cinta Illahi lebih utama.
Aku mendukungmu,
Karenanya, aku sangat menginginkanmu.
Dan aku ingin menjadi wanita itu,
tapi aku lemah dan kepayahan
untuk mengumpulkan keberanian hatiku yang berserakan.

Ah, aku memang pengecut.
Dan ketakutan terbesarku…
Kamu malah akan membuat luka di hatiku kembali tergores.
Aku takut kamu menambah panjang daftar kekecewaanku.
Meskipun aku tahu itu akan membuatku semakin kuat.

Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…

Tahukah kamu?
Seringkali kucipta sosok wanita untukmu dalam benak,
yang sanggup mengimbangi segala kenyarissempurnaanmu,
yang sanggup mengimbangi kecerdasanmu,
yang memahami keidealisan serta prinsip-prinsipmu,
yang bisa menenteramkan kegundahan hati,
kegelisahan, kesedihan, dan kekalutanmu,
yang bisa melakukan segala hal untuk membantumu
menggapai cita-cita, impian, dan tujuan hidupmu.

Kelak ia yang akan pertama kali kaulihat
setiap kali matamu membuka di pagi hari.
Kelak ia yang akan memasakkanmu
makanan kesukaanmu.
Kelak ia yang akan menemanimu
menjelajahi setiap tempat di berbagai belahan dunia.
Kelak ia yang akan mendengarmu berbisik:
“Aku mencintaimu.” sesering yang bisa kauucapkan.
Kelak ia yang akan terakhir kali kaulihat
jika matamu yang lebih dulu menutup di ujung usia.
Lalu kelak, ia yang akan menantimu di surga Illahi yang selalu kaurindukan.

Setiap kali sosok itu tercipta,
jelas tampak bahwa ia bukan aku.

Kecerdasanmu, keidealisanmu, prinsip-prinsipmu,
semua membuatku selalu merasa takberarti di hadapanmu.
Kegundahan hatimu, kegelisahanmu, kesedihanmu, kekalutanmu,
takpernah bisa kutenteramkan dengan kesederhanaan tingkahku.
Cita-citamu, impianmu, tujuan hidupmu,
takada yang bisa kulakukan untuk membantumu menggapainya.

Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…

Dan aku taktahu,
Tahukah kamu semua ini atau tidak,
dan jika pun tahu, aku taktahu bagaimana caramu
menyikapi segala yang kauketahui,
Atau barangkali justru kau takpernah tahu,
barangkali kau hanya akan tahu
Bahwa aku pernah jatuh cinta
dan pernah patah hati,
Tetapi kau taktahu pada siapa aku jatuh cinta,
dan karena siapa aku patah hati.

Barangkali kau perlu tahu suatu saat nanti,
bahwa aku pernah jatuh cinta
Padamu…
dan aku pernah patah hati
Karenamu…
Atau barangkali kau lebih baik takpernah tahu.
Ah, aku taktahu mana yang lebih baik.

Sial, Aku Patah Hati Lagi…

[untuk seorang manusia yang terlalu baik, dan darinya lah saya selami segala makna hidup...]

* Pengarang asli: Donny Reza (http://infinityproject.blogs.friendster.com/infinity_project/ 9 Oktober 2005)
** Dikurangi dan ditambahi di beberapa bagian oleh saya.

– my room in Bandung, ditik di kompiku sayang, 06 Januari 2007, pkl.09:25 WIB – 

Ikhwan Atau Bakwan?

Filed under: corat-coret ga jelas — cherry-calosa at 9:58 pm on Friday, January 5, 2007

Oh…. Ikhwan
Apa bedanya dengan si Marwan,
Si Ali, Paijo atau si Iwan?
Oh, ternyata cuma sebutan!

Oh…. Ikhwan
Walaupun tidak rupawan
Alias modal tampang pas-pasan
Tetep aja tebar senyuman

Oh…. Ikhwan
Gayanya sih bisa ketebak dan kelihatan
Jenggot melambai, baju koko dan sendal jepit usang
Sesekali komat-kamit sambil jalan

Oh…. Ikhwan
Nyarinya susah-susah gampang
Kadang di masjid, kampus atau sekolahan
Mungkin juga lagi nyari sampingan
Nggak taunya buat biaya walimahan :)

Oh…. Ikhwan
Ngomonginnya masalah aksi dan kepartaian
Juga Liqo’an and hapalan
Kata orang "Nggak ada bahasan yang lain, wan ?"

Oh…. Ikhwan
Anehnya kalo lagi jalan
Ngukurin tanah apa ngitung lantai sih, wan?
Oh….. ternyata dia jaga pandangan!

Ikhwan… Ikhwan…
Lucunya kalo akhwat sedang berpapasan
langsung minggir, acuh takacuh
kayak musuhan
(Gubrak…!!!!! Eh, apaan tuh, wan?)
Eh…. dia jatuh, kagak ngeliat ada selokan :))

Oh…. Ikhwan, apa semuanya begitu, wan?
Ada nggak yang masih tebar pesona dan jelalatan ?
Berarti itu bukan ikhwan! (kan cuma sebutan?!!)
Nah para akhwat, hati-hati mungkin dia lagi nyari pasangan :P

Wallahu alam…

NB:

Kiriman dari temen saya, Vita. Baru aja saya baca, dan hasilnya saya cekikikan geli. Hihihi, ada-ada aja… :D

– Jatinangor, @ Chapter no.13, 06 Januari 2007, pkl. 12.55 WIB –

Angin, Capung, Kemarau, dan Hujan

Filed under: corat-coret ga jelas — cherry-calosa at 5:32 pm on Wednesday, January 3, 2007

[Leny] Wah, anginnya kenceng banget yah akhir-akhir ini?

[Saya] Iya ya. Kenapa ya, Le? Eh liat, banyak banget capung yang terbang!

[Leny] Wow, iya, banyak banget!

[Saya] Kayaknya udah mulai masuk musim kemarau deh…

[Leny] Oh ya? Masa sih? Cepet banget kemarau datang.

[Saya] Baguslah. Jadinya, gak akan turun hujan lagi…

[Leny] Lho? Naha? Tumben…

[Saya] (nyengir tanpa menjawab)

[Masjid Raya Ibnu Sina Unpad. Jatinangor. 030107. Dzuhur]

– Jatinangor, @ Chapter no.1, 04 Januari 2007, pkl. 08.35 WIB –

« Previous PageNext Page »