Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…
Setelah cukup lama aku angkuh dalam kesendirianku,
Tiba-tiba saja kamu hadir dalam hidupku,
Meruntuhkan setiap pondasi keangkuhan yang telah aku bangun.
Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…
Kamu tampak begitu sempurna di mataku,
Membuatku seperti kehilangan superioritasku
dalam segala hal.
Meskipun aku tahu pasti,
kamu tidaklah sempurna.
Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…
Tapi aku tidak pernah mengerti,
sungguh-sungguh tidak mengerti,
mengapa rasa ini tumbuh dan menggerogoti hatiku.
Lucunya, aku membiarkan rasa ini mendominasiku,
dan yang aku takutkan, aku menyukainya,
aku takut, aku menginginkan rasa ini menguasaiku.
Dan, tahukah kamu, rasa ini mulai menggangguku,
Mengganggu makanku,
Mengganggu tidurku,
Mengganggu otakku untuk tetap sadar dan… WARAS!
Aku mulai sibuk memikirkanmu,
Bibirku mulai banyak berbicara tentangmu,
menyebut namamu, mendoakanmu.
Bahkan, terlalu banyak…
Aku mulai menulis dengan coretan-coretan namamu,
di kertas, di buku, di komputer,
di tembok, di bangku kuliah,
bahkan di kaca angkot yang berembun waktu hujan turun!
Dan, tahukah kamu?
Aku mulai mencari tahu,
segala tentang kamu,
ulang tahunmu,
makanan kesukaanmu,
musik kesukaanmu,
buku kesukaanmu,
film kesukaanmu,
kebiasaan-kebiasaanmu,
sifat-sifatmu,
cita-citamu,
bahkan, wanita yang kamu impikan.
Tahukah kamu?
Bagiku,
kamu lebih rumit,
lebih sulit dipahami,
lebih memusingkan,
dan bahkan lebih sulit dimengerti daripada teori chaos.
Kamu tampak sangat misterius,
Kamu membuatku sangat penasaran,
kamu tampak begitu menyejukkan
setiap mataku mencuri pandang padamu,
dan aku sangat menyukai cara kamu tersenyum dan tertawa.
Ya, aku sangat mengagumi keseluruhanmu.
Sungguh betapa beruntungnya wanita
yang kelak menjadi fokus utama pandangan matamu,
yang kelak mendapatkan senyumanmu setiap saat,
yang kelak selalu bisa mendengar suara dan tawamu setiap hari.
Lalu, tahukah kamu?
Setiap namamu terdengar di telingaku,
Sudah cukup membuat saraf-saraf otakku bekerja melukis sosokmu,
sudah cukup membuat degupan jantungku meningkat dua kali lipat,
dan sudah cukup untuk membuatku tampak bodoh.
Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…
Dan aku benci jika rasa ini sudah mengendalikanku,
mengendalikan cara bicaraku,
mengendalikan cara berpikirku,
mengendalikan tingkah lakuku,
mengendalikan suasana hatiku.
Walaupun, jujur saja,
aku rindu untuk merindukan orang sepertimu.
Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…
Dan aku tahu,
Kamu bukan seperti lelaki kebanyakan,
Kamu begitu terjaga,
Kamu begitu terlindung.
Dan mungkin, ada ranjau di sekelilingmu
yang membuat wanita sepertiku berpikir 1000 kali untuk mendekatimu.
Dan aku pun tahu,
Kamu hanya akan memberikan cintamu
pada wanita yang kaujemput dalam sebuah lingkaran suci,
lingkaran akad.
Bagimu, tidak ada pacaran dalam kamus kehidupanmu.
Buatmu, cinta Illahi lebih utama.
Aku mendukungmu,
Karenanya, aku sangat menginginkanmu.
Dan aku ingin menjadi wanita itu,
tapi aku lemah dan kepayahan
untuk mengumpulkan keberanian hatiku yang berserakan.
Ah, aku memang pengecut.
Dan ketakutan terbesarku…
Kamu malah akan membuat luka di hatiku kembali tergores.
Aku takut kamu menambah panjang daftar kekecewaanku.
Meskipun aku tahu itu akan membuatku semakin kuat.
Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…
Tahukah kamu?
Seringkali kucipta sosok wanita untukmu dalam benak,
yang sanggup mengimbangi segala kenyarissempurnaanmu,
yang sanggup mengimbangi kecerdasanmu,
yang memahami keidealisan serta prinsip-prinsipmu,
yang bisa menenteramkan kegundahan hati,
kegelisahan, kesedihan, dan kekalutanmu,
yang bisa melakukan segala hal untuk membantumu
menggapai cita-cita, impian, dan tujuan hidupmu.
Kelak ia yang akan pertama kali kaulihat
setiap kali matamu membuka di pagi hari.
Kelak ia yang akan memasakkanmu
makanan kesukaanmu.
Kelak ia yang akan menemanimu
menjelajahi setiap tempat di berbagai belahan dunia.
Kelak ia yang akan mendengarmu berbisik:
“Aku mencintaimu.” sesering yang bisa kauucapkan.
Kelak ia yang akan terakhir kali kaulihat
jika matamu yang lebih dulu menutup di ujung usia.
Lalu kelak, ia yang akan menantimu di surga Illahi yang selalu kaurindukan.
Setiap kali sosok itu tercipta,
jelas tampak bahwa ia bukan aku.
Kecerdasanmu, keidealisanmu, prinsip-prinsipmu,
semua membuatku selalu merasa takberarti di hadapanmu.
Kegundahan hatimu, kegelisahanmu, kesedihanmu, kekalutanmu,
takpernah bisa kutenteramkan dengan kesederhanaan tingkahku.
Cita-citamu, impianmu, tujuan hidupmu,
takada yang bisa kulakukan untuk membantumu menggapainya.
Sial, Aku Jatuh Cinta Lagi…
Dan aku taktahu,
Tahukah kamu semua ini atau tidak,
dan jika pun tahu, aku taktahu bagaimana caramu
menyikapi segala yang kauketahui,
Atau barangkali justru kau takpernah tahu,
barangkali kau hanya akan tahu
Bahwa aku pernah jatuh cinta
dan pernah patah hati,
Tetapi kau taktahu pada siapa aku jatuh cinta,
dan karena siapa aku patah hati.
Barangkali kau perlu tahu suatu saat nanti,
bahwa aku pernah jatuh cinta
Padamu…
dan aku pernah patah hati
Karenamu…
Atau barangkali kau lebih baik takpernah tahu.
Ah, aku taktahu mana yang lebih baik.
Sial, Aku Patah Hati Lagi…
[untuk seorang manusia yang terlalu baik, dan darinya lah saya selami segala makna hidup...]
* Pengarang asli: Donny Reza (http://infinityproject.blogs.friendster.com/infinity_project/ 9 Oktober 2005)
** Dikurangi dan ditambahi di beberapa bagian oleh saya.
– my room in Bandung, ditik di kompiku sayang, 06 Januari 2007, pkl.09:25 WIB –