Sebuah Ironi Atas Nama Cinta
Terkadang,
suatu persahabatan harus diuji.
Dan akan menjadi suatu masalah berat bila diuji oleh cinta.
Dan yang paling berat bila orang yang kita cintai cuma ingin jadi sahabat.
(SMS seorang teman di bulan Mei 2007)
Seorang Yusuf mengetuk pintu rumahku menyeduhkan segelas teh hangat;
sementara aku lebih tertarik mengintipi Hujan dari balik jendela.
Seorang Yusuf berlari membawakan payung untuk meneduhiku;
sementara aku lebih memilih berbasah kuyup dalam derasnya Hujan.
Seseorang mendoakanku menjadi bidadari surganya kelak;
sementara aku berdoa agar bisa menjadi bidadari surga orang lain.
… dan Sang Yusuf taklelah menggapai jemariku tuk dapat digenggamnya …
… dan Sang Hujan masih enggan menitik di kemarau hati ini …
… dan diri ini mulai letih menyimpan rahasia (atau letih menjadi MUNAFIK?!) …
Apakah ini sebuah ironi atas nama cinta???
– Jatinangor, @ Connect no.4, 03 Oktober 2007, pkl.08.20 WIB –