Rosi Sendiri di Hari yang Cerah: Lirik tentang Jiwa yang Sepi
Coba baca dan resapi baik-baik lirik lagu berikut ini*:
biar Sally mencariku
biarkan dia terbang jauh
dalam hatinya hanya satu
jauh hatinya hanya ku
katakan kutakkan datang
pastikan kutakkan kembali
lalu biarkan dia menangis
lalu biarkan dia pergi
Sally kauselalu sendiri
sampai kapan pun sendiri
hingga kaulelah menanti
hingga kaulelah menangis
Lalu, gantilah nama Sally menjadi Rosi:
biar Rosi mencariku
biarkan dia terbang jauh
dalam hatinya hanya satu
jauh hatinya hanya ku
katakan kutakkan datang
pastikan kutakkan kembali
lalu biarkan dia menangis
lalu biarkan dia pergi
Rosi kauselalu sendiri
sampai kapan pun sendiri
hingga kaulelah menanti
hingga kaulelah menangis
Memang malang nasib si Rosi:
Terus-menerus terbang mencari arti.
Selalu mendarat di satu perhentian.
Perhentian yang sama.
Yang taklagi ingat dan peduli.
Yang terlanjur membeku.
Yang penuh dendam penuh benci.
Yang kering gersang takberbunga.
Yang disinari bulan setengah.
Sebuah akhir yang bukan akhir.
Menanti di perhentian senada detakan detik.
Detik terus berdetak.
Menanti yang sama.
Yang taksudi datang jumpai.
Yang takniat kembali miliki.
Yang taktersentuh tangkap buliran air mata.
Yang takberbalik lambai selamat tinggal.
Sebuah awal dari kisah takberawal.
Selalu sendiri.
Di pagi yang cerah.
::pagi::
::biar kusendiri::
Di siang yang mendung.
::jangan kaumendekat::
::wahai matahari::
Di sore yang muram.
::dingin hati yang bersedih::
Di malam yang kelam.
::takbegitu tenang::
Selalu sendiri.
::mulai terabaikan::
Hujan menitik lalu mereda.
::hari yang cerah::
::untuk jiwa yang sepi::
Matahari menyorot lalu membenam.
::begitu terang::
::untuk cinta yang mati::
Kabut menyelimut lalu mengabur.
::kucoba bertahan::
::dan takbisa::
Selalu sendiri.
::biru langit kelabuku::
::takbegitu luas::
::seperti memudar::
Takkunjung kelelahan menyapa.
Menanti.
::kini t’lah terulang lagi::
Tanpa tahu penantian apa yang dinanti.
::di hari yang cerah::
::dia telah pergi::
Takjua menguap air di mata.
Menangis.
::mencoba melawan::
Tangis yang taklagi ditangisi.
::kulepas::
Selalu sendiri.
::semua telah hilang::
Sendiri selalu.
::semua telah…::
[Lalu sebentar lagi purnama pun melenyap berganti pagi...
... malam nanti entah purnama 'kan menampak atau tak?]
[Rosi mencari arti... menanti... menangis...
... selalu sendiri ...
... Rosi sendiri selalu.]
Nasib si Rosi memang malang.
Begitulah si Rosi…
<kuperuntukkan
bagi sesosok manusia
yang sesaat lagi pergi
entah kembali atau tak,
tapi ini diri tetap takletih
terbang mencari,
diam menanti,
coba takmenangisi,
dan setia menyendiri>
Catatan Bawah:
* dari lirik "Sally Sendiri" Peterpan
:: dari lirik "Hari yang Cerah" Peterpan
– Jatinangor, @ Connect no.12, 14 Juni 2007, pkl.07.35 WIB –