[Putri Hujan] K, egoiskah Hujan jika ia tetap berusaha menyingkap payung saya? Padahal ia sudah bisa mengeja tanda bahwa saya tidak ingin lagi terbasahi? Katanya, ia ingin sesekali mengajak saya bermain ^_^
[Kk PsiKoLoG] Bermain daLam nyata, atau bermain imaji?! Di putri Hujan saja siH sebenernya persepsinya. Gimana kalo dirubah anggapannya, kalo selama ini selalu terkesan sang putri yang membutuhkan hujan. Kenapa gak bikin hujan membutuhkan sang putri. Lawan rasa, bunga matahari tetap menengadah meski meLawan matahari.
[Putri Hujan] Belakangan, saya merasa Hujan lah yang membutuhkan saya. Mungkin karena ia tidak ingin kehilangan sang pencinta? Bagaimana pun, rasa itu perlahan saya lawan. Bunga matahari ini masih kuat berdiri k =)
[Kk PsiKoLoG] Whats?! Katanya kaum hawa punya formula perilaku dan sikap yang bisa merubah mencintai jadi dicintai. Kayak bunga yang sebenernya butuh kumbang buat penyerbukan, tapi jadi terkesan kumbang yang butuh bunga karena madu. Begitu bukan?
[Putri Hujan] Sepertinya begitu. Tapi entah, saya pun baru sekadar berprasangka saja. Jika Hujan membutuhkan saya sebatas sahabat, saya takkuasa menghindar. Membuatnya terhibur juga membuat saya bahagia k..
[Kk PsiKoLoG] Oh, yasudah kalo memang sang putri juga baHagia. Sahabat yah? Ngng.. Tapi menurut pengalaman saYa rasa cinta tak pernah pergi jauh-jauh. Semoga tak membuat sang putri kembali tersesat.
[Putri Hujan] Ya, semoga saya takbasah sampai kuyup lagi k. Tapi saya ingin menyerahkan semua pada 4W1. Biarkan takdir 4W1 berjalan atas kami, apapun kami jadinya.. tidak ada yang lebih baik dari takdir-Nya kan k?
[Kk PsiKoLoG] Yupz.. Minta yang terbaik sama 4jj1. Gak perLu ngejudge duLu kali yaH. Jalanin tapi dengan awarness aja. Jangan cuma bikin demam karena hujan bwat kedua kalinya Yah sodariku. Saya semangatin deH. CiaYO…
* 19 Januari 2007 pkl.15:40-pkl.16:31 WIB *
[Kk PsiKoLoG] Apa kaBar ocHi?! Hujan masiH menebarkan buLirnya di atas keLopakmu? Atau bahkan telah muLai menumbuHkan senyum di Tangkai harapmu?! Ciieee…
[Putri Hujan] Hujan masih saja menebar bulirnya di atas kelopak saya, takmau pergi. Sepertinya ia senang mempermainkan tangkai harap saya, atau… memang ia takpeka ya k? ^_^
[Kk PsiKoLoG] Wah, putri Hujan LebiH punya jawabannya pastinya. Biarkan Waktu tetap saja berjingkat tanpa perlu menoLeh ke Belakang. Di persimpangan manapun di depan masiH mungkin hujan tertampung, atau menunggu bersenyawa di tanah menjadi mata air?! Ikuti saja duLu iramanya, selama tak menjadikan kembali demam! ^^’,
* 28 Januari 2007 pkl.21:32-pkl.21:56 WIB *
– Jatinangor, @ Connect-net no.13, 08 Februari 2007, pkl.10.42 WIB –