coretan-coretan tangan seorang rosi rosmala dewi

MenYeLami HaTi… MeMakNai DiRi… MeReSapI HiDUp…

Angin, Capung, Kemarau, dan Hujan

Filed under: corat-coret ga jelas — cherry-calosa at 5:32 pm on Wednesday, January 3, 2007

[Leny] Wah, anginnya kenceng banget yah akhir-akhir ini?

[Saya] Iya ya. Kenapa ya, Le? Eh liat, banyak banget capung yang terbang!

[Leny] Wow, iya, banyak banget!

[Saya] Kayaknya udah mulai masuk musim kemarau deh…

[Leny] Oh ya? Masa sih? Cepet banget kemarau datang.

[Saya] Baguslah. Jadinya, gak akan turun hujan lagi…

[Leny] Lho? Naha? Tumben…

[Saya] (nyengir tanpa menjawab)

[Masjid Raya Ibnu Sina Unpad. Jatinangor. 030107. Dzuhur]

– Jatinangor, @ Chapter no.1, 04 Januari 2007, pkl. 08.35 WIB –

Kepepetisme

Filed under: corat-coret ga jelas — cherry-calosa at 5:22 pm on Wednesday, January 3, 2007

"Kepepetisme"?

Apaan tuh? Hihihi, istilah ini baru saya dapet tadi malem. Ciptaan Kang Suhud di MQFM tuh. Yup, gak sengaja pas semalem saya begadang, sekitar pkl.11 saya dengerin MQ dan Kang Suhud lagi siaran. Kepepetisme (baca huruf ‘e’ nya sama kayak baca huruf ‘e’ di kata ‘becak’) menurut beliau adalah suatu "paham" yang para penganutnya hanya bisa melakukan yang terbaik di saat-saat terdesak atau tersudutkan.

Sebagai analogi, misalnya kasus seorang mahasiswa yang diberi tugas mini skripsi oleh salah satu dosennya. Tugas tersebut dikumpulkan 2 bulan kemudian. Waktu yang cukup lama sebenarnya untuk menyelesaikan mini skripsi yang minimal berjumlah 30 halaman itu. Hanya saja, mahasiswa tersebut baru mulai mengerjakan mini skripsi tersebut 3 hari sebelum hari H. Sebelumnya, mahasiswa tersebut sama sekali tidak bersemangat, tidak bisa, dan sulit sekali untuk mulai mengerjakan.

Hebatnya, mini skripsi itu bisa selesai pada malam sebelum besoknya dikumpulkan, dan hasilnya ternyata sangat memuaskan. Si mahasiswa pun menyesal mengapa ia tidak memanfaatkan waktu 2 bulan yang dimilikinya untuk mengerjakan tugas tersebut. Jika saja ia bisa mendesak dirinya untuk mengerjakan selama 2 bulan itu, pastilah hasilnya akan lebih memuaskan.

Si mahasiswa itu adalah contoh penganut kepepetisme (menurut Kang Suhud lho, tapi saya juga sependapat… :D). Sebenarnya bukanlah kemalasan yang menjadi alasan si mahasiswa tidak memanfaatkan waktu 2 bulan itu. Memang sudah menjadi kebiasaan saja bahwa ia baru bisa menghasilkan yang terbaik jika waktu pengumpulan tugas kian mendesak.

Dan mahasiswa itu tidak lain tidak bukan sebenarnya adalah saya sendiri, hihihi… :P

Tugas mini skripsi Kajian Drama yang sudah diberikan sejak bulan November dan harus dikumpul Rabu, 10 Januari nanti belum saya kerjakan sama sekali! Wah, sejak dulu sepertinya saya selalu seperti ini. Bisa dibilang saya penganut kepepetisme akut nih. Ck… ck… ck…

Entah kapan dan bagaimana caranya agar saya bisa menghilangkan kebiasaan jelek saya yang satu ini… Pfffh… ^_^

– Jatinangor, @ Chapter no.1, 04 Januari 2007, pkl. 08.20 WIB –

Final Destination

Filed under: corat-coret ga jelas — cherry-calosa at 5:04 pm on Wednesday, January 3, 2007

Sejak awal tahun, TV ramai memberitakan tentang hilangnya pesawat terbang Adam-Air dan tenggelamnya kapal Senopati di Selat Madura. Baru aja tadi pagi saya liat berita terbaru (biasanya saya liat Reportase Pagi Trans TV dari pkl.5 subuh) yang masih memberitakan tentang itu. Pesawat terbang itu masih belum ditemukan jejaknya, sementara ada 11 orang penumpang kapal Senopati yang berhasil diselamatkan tim SAR.

Tiba-tiba aja tadi di bus saya teringat percakapan saya (lebih tepatnya sih dibilang "ngobrol ngaler ngidul", heu3x…) dengan 3 orang sahabat saya di kampus: Leny, Mira, dan Frieza, sewaktu makan siang bersama di kantin PEDCA kemarin. Berikut penggalan percakapan kami:

[Mira] Ih, kasian ya keluarga korban Adam-Air? Belum diketemuin juga ya di mana pesawat itu?

[Leny] Iya bener, kasian banget. Kebayang kalo misalnya keluarga kita yang jadi korban… hhh…

[Saya] Paling sedih tuh pas keluarga korban diwawancara. Ada korban yang baru lulus Akpol dan mau ditempatin di Polda Menado, pokonya bener-bener gak nyangka banget deh bakal kena musibah ini.

[Mira] Beneran jadi gak aman ya ke mana-mana tuh?

[Leny] Belakangan kan cuaca emang jadi buruk. Naik pesawat, takut badai. Naik kapal laut, bisa tenggelam…

[Mira] Di darat, kereta api anjlok. Jadi mesti naik apa coba?

[Saya] Jalan kaki aja. Itung-itung olahraga, heuheuheu…

[Mira] Tetep aja, jalan kaki… ya bisa ketabrak.

[Leny] Jadi, mesti gimana dong?

[Frieza] Mending diem di rumah aja, gimana?

[Mira] Di rumah, tetep aja bisa terjadi gempa. Hayo?

Percakapan berujung pada kesimpulan bahwa yang namanya ajal emang gak bisa ditebak. Maut selalu mengintai dan selalu menunggu untuk menjemput kita. Bisa jadi 1 menit lagi, 1 jam lagi, atau besok, kita udah "berpulang". Dan gak ada yang bisa menghindar dari ajal yang udah digariskan oleh Allah buat tiap manusia.

Saya jadi inget juga sama film Final Destination yang dibintangi Devon Sawa dan ada seri 2 & 3 nya itu. Sekumpulan anak muda yang menghindar dari maut dengan sekuat tenaga, tetapi pada akhirnya tetap aja maut menjemput mereka satu per satu dengan cara yang takterduga dan waktu yang gak diduga pula. Film-nya cukup mengerikan, tapi cukup seru.

Saya dengan sentimentalitas dan kemelankolisan yang saya miliki selalu saja merasa hati saya ikut berduka tiap kali reporter di berita-berita mewawancarai keluarga korban yang berharap-harap cemas menanti kabar. Dari sini, saya turut berdo’a, semoga saja tim SAR lekas menemukan lokasi jatuhnya pesawat Adam-Air itu. Semoga pula pihak keluarga diberikan ketabahan jika yang mereka terima nanti adalah kabar yang tidak diharapkan.

Berbicara soal kematian, masih saja saya sering merasa jengah… dan takut, mungkin. Bagaimanapun, saya berusaha menyadarkan diri saya bahwa takada manusia yang bisa menghindar dari takdir dan kematian, termasuk saya tentunya. Itu semua adalah rencana Alllah swt. Yang Maha Mengetahui.

Hanya saja, jika saya masih boleh meminta pada-Mu ya Rabb… Semoga ajal menjemput saya dengan cara yang baik dan saya berada dalam keadaan yang baik pula. Amin ya Rabbal ‘Alamin…

– Jatinangor, @ Chapter no.1, 04 Januari 2007, pkl. 08.05 WIB –

Hope, Meanness, & Decision (2)

Filed under: kata-kata bermakna — cherry-calosa at 10:39 pm on Monday, January 1, 2007

[Putri Hujan] Pertemuan pagi ini menandai akhir. Sekarang aku akan berusaha untuk bangun dari tidur panjangku yang penuh impian. Semoga 4JJ1 selalu memberikan yang terbaik untuknya. Tak ada yang lebih melegakan dari merelakan semua :)

[Kk PsiKoLoG] Terkadang bahkan seRingkali, yang terbaik menuRut kita bukan yang terbaik menurut 4JJI. Mungkin di Mata Hujan, ocHi bukan yang terbaik. Tapi mungkin juga menurut 4JJ1, Hujan bukan yang terbaik buat oChi. Begitu bukan sodariku? ^^;

[Putri Hujan] Lagi-lagi perihal baik/tidak baik ya k? Hujan masih setia menitik, tetapi kini saya yang menyembunyikan diri di balik tirai. Mengagumi tanpa mendamba. Menyepi tanpa berharap ditemani. Dan ternyata Hujan takharus saya raih. Toh saya masih bisa tersenyum :)

[Kk PsiKoLoG] Ehm.. Nah gitu dong! Siapa tau, saat memperhati Hujan di Balik tirai jendeLa, ada aDam atau YusuF yg LebiH nyata berLari di tengah hujan imaji ocHi dan buTuh paYung, secara paYung yang dibutuhin itu OcHi yang punya. Ochi bisa berLari sejenak keLuar untuk menawarkan paYung? Atau bahkan, secangkir kopi Hangat Plus ngoBroL? <jangan Lupa untuk tanya alamatnya Yah, biar gak susah kalo mau ngePost Rindu!>. Hehehe…

[Putri Hujan] Jangan-jangan selama ini udah banyak Adam atau Yusuf yang lewat cuma keburu berlalu gara-gara saya terlalu fokus memandangi Hujan. Bakal ada yang lewat lagi gak ya?

[Kk PsiKoLoG] Pastinya siH banyak. Teh ocHi masiH berFikir "yang saYa mau" soaLnya, jadi perjuangannya rada LebiH berat. Coba berFikir "Yang mau Saya". Mungkin LebiH ringan. TinggaL diaYakin deH, mana yg sesuai kriteria oChi. <emangnya tepung diayakin?!> Hahaha..

* 29 Desember 2006 pkl.14.00-pkl.16.02 WIB *

NB:

Dan inilah jawaban itu K’… :)

Sepertinya saya harus sangat bersabar, karena belum ada Adam atau Yusuf yang lewat membutuhkan payung yang saya miliki, heuheuheu…

– Jatinangor, @ Chapter no.1, 02 Januari 2007, pkl. 13.46 WIB –

« Previous Page