Awal Hari: Sabtu, 9 Desember 2006
"Happy birthday to me…
Happy birthday to me…
Happy birthday… happy birthday…
Happy birthday to me…"
Ada 3 hal yang lucu dan membuat saya tertawa kecil sendirian di ultah saya yang ke-20 ini. Apakah itu :D?
Pertama, temen baru saya dari Kalimantan ngucapin selamat 1 jam lebih awal! Hihihi… pertamanya saya kaget gitu, n baru nyadar beberapa menit setelahnya soal kenapa beliau bisa kayak gitu. Untuk kesekian kalinya, saya lupa soal pembagian waktu di Indonesia menjadi WIB, WIT, dan WITA, Saudara-Saudara ^_^ ! Heuheuheu…
From : <Ukh Nisa> 08-12-06 23:04
Hdup ni sngkt mk jngn mbuat sngkt lg dg ssuatu yg sia2. Hri esok akn mnghps smua mimpi bruk, mngusir smua ksdhn n mnggntiny dg cnda twa. Hdup adlh indh bg orng brimn, akhrt dcntai bg orng yg brtkw, mrkalh orng yg brbhgia. Tnmkn dlm khylmu ttg kbrhsln n biarkn dia trtulis dlm htimu. MET M!L@d Ukhti, mg mkin dwsa, mkin pintar, sukses dunia akhrt jg tmbh geulis. amiin. wah dah kpla 2 nih, dh mlai brcng dunk pqrnny :D. nisa tnggl tnggu kbr n undngn. Jazakallah y smua bntuanny
Demikian bunyi SMS beliau. Wuaaah, jadi terharu biru. Lengkap gitu, ada tausiyah, do’a, dan ucapan trima kasih. Btw, ‘undangan’ apa nih, Nis? Harusnya kan dirimu duluan yang ngasih daku undangan :p Ya Allah, semoga do’a temanku ini Kau-kabulkan. Amiin…
Kedua, temen saya dari Sastra Indonesia UGM malah sama sekali ga ngucapin selamat atau apa pun yang berkaitan dengan hari ultah saya. Mungkin karena beliau ga tau juga. Padahal beliau teman dekat yang cukup akrab dengan saya dan merupakan teman diskusi saya dalam memaknai hidup. Yang jelas, isi SMS-nya membuat saya kebingungan ^_^
From : <K’Wahid> 08-12-06 23:54
Kami Arus, Bukan Virus. Arus selalu bergerak, tak pernah diam. Arus memiliki arah, dan membawa semua menuju muara. Kamilah fenomena masa, tak pernah redup walau dicerca. Kami tak bisa berhenti, walau selalu dihalangi. Karena kami adalah arus, bukan virus (Oci, anak sang arus, bkn arus banjir)
Nah lho, maksudnya??? Hihihi… ngacung, ga ngerti, K’!
Ketiga, "manusia narsis yang menyebut saya ‘fans setia’ beliau" (padahal yang bener tuh: fans setia ‘tulisan-tulisan beliau’ :p) menelepon. Sekitar pkl.00:15 WIB menurut jam saya, HP saya berbunyi memainkan reffrain lagu "Angel Brought Me Here"-nya Guy Sebastian. Ringtone khusus yang saya set untuk satu nama. Benar saja, tertera nama "Akang ;)" di sana. Belum sempat saya angkat, HP saya keburu mati gara-gara low batt. Ups…
Dengan cepat saya segera mengisi baterenya, dan mengaktifkannya lagi. Beberapa menit berlalu. HP takjua berbunyi. Saya pun berniat menyetel CD "Nusa Damai"-nya Mas Budjana yang saya pinjem di Rumah Buku dan baru saya dengerin sekali. Rasanya pengen dengerin lagi "Medley: Wanita (1990)/ Trenggono (1985)". Enakeun teh, bener da! Saya langsung jatuh cinta begitu denger untuk pertama kalinya. Tapi ternyata, komputer saya malah nge-hang tanpa sebab yang jelas! Wuih, panik… panik…
Saat itulah HP saya berbunyi memainkan reffrain lagu Guy Sebastian lagi, selama beberapa saat. Waduh, gimana ini? pikir saya di tengah kepanikan. Lalu saya memilih untuk tidak mengangkatnya dan mencoba "mengobati" si kompi sayang lebih dulu. Pfiuh… syukurlah si kompi lekas sembuh setelah saya otak-atik sedikit. Tapi untuk kedua kalinya, sebelum saya sempat mengangkat, HP saya keburu mati lagi dan memunculkan tanda "1 miss called" di sana. Yah… afwan ya, Kang. Emergency pisan atuh da situasinya.
Dan akhirnya, sekitar 10 menit kemudian, barulah saya bisa berbagi kata dengan beliau tanpa hambatan lagi. Tidak lama, hanya 3 menit.
Lalu apanya yang lucu? Yang lucu adalah:
- Dugaan saya mengenai apa yang akan manusia yang satu ini lakukan menjadi kenyataan. Ya, walaupun saya agak kaget, adanya telepon dari beliau untuk mengucapkan selamat sebenarnya sudah saya duga sebelumnya. Wah, saya berbakat jadi penyihir yang jago ngeramal nih kayaknya, heuheuheu…
- Waktu beliau bertanya saya pengen kado apa, saya sempat terpikir untuk menjawab: "Nggak bisa yah, kalo dirimu dibungkus pake kertas kado, terus dikasih ke saya?" Hihihi… aya-aya wae… Eh, jangan GR ya, Kang?? Tidak ada maksud terselubung apa-apa kok, hanya ada sutradara di balik layar… (maksudnya???) Ya, gimana lagi da itu yang ada di otak, lagi ada setan meureun… >_<
Btw, alhamdulillah, "Medley: Wanita (1990)/ Trenggono (1985)"-nya Mas Budjana bisa saya dengerin juga. Wuih, mendamaikan! Bikin sejuk di hati, kayak lagi ada di padang rumput yang terhampar hijau meneduhkan trus dilengkapi turunnya gerimis yang membelai bumi. Bayangkan… bayangkan… adem nian! Di awal hari ini, lagu ini dan lagu "9 Januari" saya setel berulang-ulang. Kenapa lagu "9 Januari" juga? Selain karena lagu itu juga enakeun, saya gemes aja pengen ngubah judulnya jadi "9 Desember", kan jadi kayak lagu yang dibuat khusus untuk saya gitu, hihihi… :p Jadi pengen tau, kenapa ya Mas Budjana pilih 9 Januari, bukan 9 Desember? (jawab Aming di Extravagansa mah: "Mene ketehe atuh, Neng?" :D)
Sepertinya untuk awal hari ini cukup sekian. Di akhir hari ini, barulah saya akan melakukan refleksi diri, Insya Allah.
Tidak lupa saya mengucapkan terima kasih dan syukur takterhingga pada-Mu, ya Allah, karena telah mengizinkan hamba-Mu ini untuk masih bisa merasakan nikmatnya menghirup dan menghembuskan napas kehidupan di hari ulang tahunnya yang ke-20.
[alunan lagu "Medley: Wanita (1990)/ Trenggono (1985)"-nya Mas Budjana masih terdengar perlahan...]
NB:
Tahun lalu, saya mengirimkan SMS minta do’a pada beberapa orang sahabat di awal hari. Tahun ini, saya tidak lagi melakukannya, walaupun sangat ingin. Maaf buat Ukh Nisa dan K’Wahid yang ga saya bales SMS-nya. Pulsa saya tinggal Rp50,00 lagi, hiks… hiks…
– my room in Bandung, ditik di kompiku sayang, 09 Desember 2006, pkl.00:01 WIB - pkl.02:22 WIB –