coretan-coretan tangan seorang rosi rosmala dewi

MenYeLami HaTi… MeMakNai DiRi… MeReSapI HiDUp…

Karena Lelaki Ingin Dimengerti

Filed under: corat-coret ga jelas — cherry-calosa at 7:38 pm on Sunday, November 5, 2006

Gubrak! Judulnya ekstrim amat :p.

Berhubung pagi ini saya lagi lieur, pengen aja nulis tentang ini. Gimana nggak lieur coba, pagi ini untuk kedua kalinya saya "dipersilakan" turun dari bus DAMRI yang mogok tiba-tiba sekitar 2 km sebelum gerbang Cileunyi. Nongkrong lagi deh di tepi jalan tol, nungguin bus DAMRI lainnya lewat ^_^. Alhamdulillah-nya, setengah jam kemudian… horeee, ada bus DAMRI yang minim muatannya berhenti di depan saya dan para penumpang lain yang bernasib sama. Yippeee…!

Akhirnya, saya sampai di warnet Chapter Jatinangor tepat pkl.09.30. Pfiuh, badan rasanya udah lemes aja, padahal masih pagi. Oke, kembali ke judul. Kenapa saya bisa-bisanya memplesetkan judul lagu Ada Band jadi seperti ini? Jawabannya: karena judul lagu Ada Band itu diskriminatif banget! Gimana nggak, memangnya hanya wanita aja yang ingin dimengerti? Lelaki juga ‘kan? (hayo, ngaku!) Harusnya judul yang tepat adalah "Karena Manusia Ingin Dimengerti", dan liriknya pun dirombak total tuh!

Mau wanita kek, mau lelaki kek, yang namanya manusia mah memang dikodratin punya keinginan untuk dimengerti oleh manusia lainnya. Betul? Jadi, stop mendiskreditkan tanpa dasar dengan membuat pernyataan bahwa hanya wanita yang ingin dimengerti, karena itu SALAH BESAR! (saya jadi pengen bikin lirik tandingan lagu Ada Band, berjudul "Karena Lelaki Ingin Dimengerti", heuheu… :D)

Selama berinteraksi dengan para lelaki, baik cuma sekadar kenal maupun secara intens, judul tulisan ini bener-bener sudah terbukti. Hanya saja, saya bersyukur karena hanya seorang lelaki saja di dunia ini yang saya kenal yang begitu ingin dimengerti oleh orang lain (dan khususnya oleh saya). Dia sangat egois, labil, dan selalu berbuat yang dianggapnya benar tanpa peduli apa kata orang, tanpa peduli perasaan orang lain. Lelaki yang bisa dikatakan pernah berinteraksi secara intens dengan saya ini selalu menuntut orang-orang di sekitarnya untuk mengerti dirinya seperti apa adanya. Di lain sisi, dia sungguh-sungguh terusik dengan kritik, dan lekas mengambil sikap menjaga jarak terhadap orang-orang yang mengkritiknya.

Mengenal lelaki ini sama sekali tidak membuat saya menyesal, walaupun saya termasuk salah satu yang sering merasa sakit hati dan kecewa karena tingkahnya. Saya tidak merasa menyesal, karena berkatnya saya jadi tahu banyak tentang sifat-sifat general kaum Adam. Walaupun sering gembar-gembor tentang pola pikir rasional yang membedakannya dengan wanita (yang disebutnya berpola pikir sentimental), ternyata jika menyangkut perasaan, dia pun memiliki keinginan untuk dimengerti.

Ya, berkatnya saya jadi tahu sisi lain kaum Adam yang tersembunyi jauh di balik kerasionalan pola pikir yang mereka punyai. Sisi lain itu bisa dikatakan titik lemah yang sangat rapuh bagi kaum Adam. Sisi lain itu berupa ruang dalam hati dan otak mereka, tempat segala hal yang menyimpan memori tentang hubungan mereka dengan wanita (khususnya wanita yang dianggap "lain dari yang lain") tersimpan. Sisi lain itu baru akan menampakkan diri saat mereka dilanda semacam virus yang mengaburkan kerasionalan, membuka peluang untuk melakukan ketololan-ketololan yang tidak akan mereka lakukan saat situasi normal.

Virus apakah itu? :D

Hm… nggak akan saya jawab ah. Pasti udah pada tahu, heuheu, sok tahu gitu saya :p. Duh, ngomongin apa ya saya teh? Lagi lieur sih, makanya jadi nulis yang aneh-aneh. Mohon dimaklumi dan dimengerti yah :)

Udah jam segini. Waktunya pergi ke kampus. Hari pertama kuliah niy, dan saya bakalan ketemu manusia yang sedari tadi saya bicarakan itu, hiks… hiks… (yah, ketahuan deh kenapa nulisnya ngaco, hihihi :D) Yu ah dadah, babay…!

– Jatinangor, @ Chapter no.10, 06 November 2006, pkl.10.45 WIB –

« Previous Page