coretan-coretan tangan seorang rosi rosmala dewi

MenYeLami HaTi… MeMakNai DiRi… MeReSapI HiDUp…

album foto KEBIADABAN Israel pada generasi penerus bangsa Palestina

Filed under: Uncategorized — cherry-calosa at 7:27 pm on Sunday, July 9, 2006
Subhanallah!
Mereka yg selalu dibawah tekanan dan kekerasan musuh saja masih tetap semangat untuk menuntut ilmu.
the journey starts here in Hebron
the children starting their day going to school to be faced with a checkpoint:
Pal_4
the soldiers prevent them from passing and give them orders to go home
Pal_5 
the children try to challenge the soldiers and pass the checkpoint
even younger ones try but in vain:
they end up having their classes in the street by the checkpoint

Pal_8 Pal_9

what an amazing spirit!

Pal Pal_2

: the boys try a little bit harder they got shot at, and some arrested

Pal_3 Pal_10

yet in their eyes you see determination and dignity

if you have a heart at all you will pass this on to all your loved ones and friends and MAYBE someone will realize what Palestinians go through everyday!!

dikutip dari: "Tati Rachmatulloh Pratomo" <almomita@yahoo.com>

Rok Panjang ‘All Day’, Why Not?

Filed under: Uncategorized — cherry-calosa at 8:06 pm on Thursday, July 6, 2006

Belakangan ini, kalo udah lewat jam 6, oci cepet-cepet nyalain walkman, nyari MQ102,7FM, coz jam7-an ada Risalah Pagi yang dipandu Kang Agus Al Muhajjir. Acara yang gak bisa dibilang ‘ringan’. Karenanya, oci salut banget sama Kang Agus yang bener-bener bisa ngebawain acara ini dalam kemasan yang gak ngebosenin. Risalah Pagi adalah acara ngobrol-ngobrol tentang sebuah topik tertentu yang lagi ‘hangat-hangatnya’ di masyarakat, interaktif sama para pendengar MQFM, plus ada wawancara Kang Agus sama narasumber yang 100% paling kompeten di bidangnya (yang berhubungan sama topik tadi). Cobain deh dengerin sekali aja, Insya Allah ketagihan dan gak akan rugi, coz bener-bener nambah wawasan kita (promosi nih :p).

Pagi ini seperti biasa oci pergi dari rumah ke kampus jam 06.30. Mulai dari rumah sampe naik angkot Cicaheum-Ciroyom trus naik bus DAMRI Dipati Ukur - Jatinangor, walkman nyala terus, memperdengarkan MQFM. Seperti biasa pula (entah kenapa), pas keluar gerbang tol Cileunyi, gelombang MQFM mulai kresek-kresek gak jelas, jadi dengan sangat menyesal dan sangat gak rela (padahal Risalah Pagi belum tuntas!) oci matiin deh, hiks hiks :( Tapi gapapa kok, soalnya udah banyak yang oci dapet dari apa yang oci dengar sebelumnya.

Topik pagi ini adalah ‘Kebijakan Walikota Makassar Berupa Himbauan Tegas Agar Siswi-Siswi SMP & SMA di Makassar (Yang Muslimah) Menggunakan Rok Panjang Setiap Hari’. Narasumbernya langsung wawancara via telepon sama — salah satunya — Walikota Makassar. Pagi ini Kang Agus ditemenin sama Kang Sigit Kurnia buat memandu Risalah Pagi (entah kenapa keduanya pagi ini jayus sekali ^_^)

Ada banyak pendengar MQFM yang nelpon dan menyatakan pendapatnya. Sebagian besar mendukung banget dan berharap kota-kota lain di Indonesia, trutama Bandung, juga ngikutin kota Makassar. Ada juga yang bilang kalo kebijakan itu sia-sia karena cuma sebatas memperbaiki tampilan fisik, bukan hati. Juga kalo cuma diharuskan pake rok panjang aja tanpa penjelasan lebih lanjut, bisa aja para siswi pake rok panjang yang ketat atow dibelah sisi (itu mah sama aja ya, mending pendek sekalian?). Lagipula belum tentu bagian atas siswi ditutupi sama yang panjang juga. Percuma kan, kalo bawahnya udah bagus, tapi atasnya (kalo kata Kang Agus mah) siga leupeut ’seperti lontong’, masih super ketat dan memperlihatkan dengan jelas ‘yang seharusnya tidak terlihat’.

Gimana pun juga, udah ada inisiatif positif dari Pak Walikota Makassar untuk generasi penerus bangsa. Itu patut diacungi jempol. Oci juga suka miris kalo ngeliat anak SMP & SMA zaman sekarang. Kebanyakan korban mode euy! Pola pikir juga udah sangat melenceng dari agama, malah banyak yang phobia sama Islam padahal mereka muslimah. Wah… wah… wah…

Kewajiban seorang muslimah buat menutup aurat kan udah jelas-jelas diterangkan dalam ayat Qur’an dan hadits. Lalu kenapa masih banyak kaum Hawa yang seakan menutup mata alias gak mau tau sama kewajibannya yang satu ini? Lalu kenapa banyak kaum Hawa yang beralasan kewajiban ini menginjak-injak hak asasi dan kebebasan mereka? Astagfirulloh… sadarlah, Saudari-Saudariku… jangan egois dan melihat sesuatu dari satu sudut pandang aja. Lebih banyak dampak positifnya lho daripada dampak negatif (emang ada yah dampak negatifnya? apa coba? yang nggak bawa-bawa ego tapi ya. ada gak?). Think of it!

Suka miris juga kalo ngeliat kaum Hawa di kampus sendiri. Duh, keindahan fisik dipamerkan ke semua mata yang memandang. Mending sih kalo kaum Hawa lagi yang ngeliat, tapi kalo kaum Adam? Wah wah wah, gawat darurat tuh! Sesaleh-salehnya seorang ikhwan pun, kalo ngeliat pasti ada ‘pemikiran tersendiri’, namanya juga naluri lelaki (hehe… jadi inget lagu Samsons nih :p). Tadi ada seorang bapak yang profesinya dosen nelpon ke MQFM dan bilang: "Mereka (kaum Hawa yang hobi memamerkan auratnya) tidak sadar bahwa mereka udah nabung dosa tiap detik, menit, jam, hari, sampe bertahun-tahun akibat apa yang mereka lakukan. Mereka juga nabung hari demi hari buat tinggal di neraka. Selain itu, parahnya, mereka juga setiap waktu menjadi alasan para kaum Adam berdosa karena melihat apa yang sesungguhnya diharamkan untuk dilihat."

Na’udzubillahi mindzalik! Semoga kita (para kaum Hawa yang baca tulisan oci ini, termasuk oci sendiri) gak termasuk golongan kaum Hawa yang dipaparkan bapak ini yah…

Menurut oci sih, gak ada inisiatif positif yang sia-sia. Moga aja dengan adanya kebijakan untuk mewajibkan para siswi muslimah pake rok panjang tiap hari, bisa jadi proses awal perbaikan tampilan fisik dan hati mereka, perlahan-lahan. Kita berdoa saja semoga demikian.

Kapan Bandung nyusul yah? Kan jadi indah liatnya juga. Kriminalitas kayak pelecehan seksual, godaan-godaan dari preman-preman, kan bisa diantisipasi juga (berdampak buat nurunin angka kriminalitas kan?). Kapan ya? Kapan ya? Moga aja kebijakan di kampus juga dipertegas deh. Maksudnya, batasan SOPAN dalam berpakaian di kampus juga diperjelas gitu lho. Kan perspektif tiap orang beda-beda dalam mendeskripsikan kata SOPAN itu sendiri. Bisa aja para mahasiswi yang hobi pake pakaian leupeut berdalih bahwa mereka gak melewati batas-batas kesopanan (ya karena batasan tegas SOPAN itu sendiri gak ada!).

Jadi, rok panjang ‘All Day’, why not gitu loh? Toh buat kebaikan kaum Hawa yang menggunakannya sendiri. Ya nggak? Ya nggak?

— eh, punten yah kalo ada kaum Hawa yang kesinggung abis baca tulisan oci ini. janganlah kesinggung, tapi kesindir boleh, apalagi merenungi dan berujung ke niat menutupi aurat diri, wah… itu mah BOLEH BANGET! :)

Wallahualam bishawab.

My Personality (bagian 2)

Filed under: Uncategorized — cherry-calosa at 7:11 pm on Thursday, July 6, 2006

KELEMAHAN

Bashful.

Menghindari perhatian, akibat rasa malu. (M)

Unsympathetic.

Merasa sulit mengenali masalah atau sakit hati atau perasaan orang lain. (K)

Resentful.

Sering memendam rasa tidak senang sebagai akibat merasa tersinggung oleh sesuatu yang sebenarnya atau sesuatu yang dibayangkan. (M)

Fussy.

Bersikeras tentang persoalan atau perincian sepele, minta perhatian besar kepada perincian yang tidak penting. (M)

Indecisive.

Orang yang merasa sulit membuat keputusan apa saja. (Bukan kepribadian yang lama-lama memikirkan setiap keputusan supaya bisa membuat keputusan yang sempurna.) (P)

Unpredictable.

Bisa bergairah sesaat dan sedih pada saat berikutnya, atau bersedia membantu tetapi kemudian menghilang, atau berjanji akan datang tetapi kemudian lupa untuk muncul. (S)

Hapadzard.

Tidak punya cara yang konsisten untuk melakukan banyak hal. (S)

Plain.

Kepribadian tengah-tengah tanpa tinggi rendah dan tidak memperlihatkan banyak emosi, kalau ada. (P)

Alienated.

Mudah merasa terasing dari orang lain, sering karena rasa tidak aman atau takut jangan-jangan orang lain tidak benar-benar senang bersamanya. (M)

Naive.

Perspektif yang sederhana dan kekanak-kanakan, kurang bijaksana atau pengertian tentang tingkat kehidupan yang lebih mendalam. (S)

Withdrawn.

Orang yang menarik diri dan memerlukan banyak waktu untuk sendirian atau mengasingkan diri. (M)

Too sensitive.

Terlalu introspektif dan mudah tersinggung kalau disalahpahami. (M)

Disorganized.

Kurang kemampuan untuk membuat kehidupan teratur. (S)

Introvert.

Orang yang pemikiran dan perhatiannya ditujukan ke dalam, hidup di dalam dirinya sendiri. (M)

Moody.

Tidak mempunyai emosi yang tinggi, tetapi biasanya semangatnya merosot sekali, sering kalau merasa tidak dihargai. (M)

Skeptical.

Tidak mudah percaya, mempertanyakan motif di balik kata-kata. (M)

Loner.

Memerlukan banyak waktu pribadi dan cenderung menghindari orang lain. (M)

Short-tempered.

Punya kemarahan yang menuntut berdasarkan ketidaksabaran dan sumbu yang pendek. Kemarahan dinyatakan ketika orang lain tidak bergerak cukup cepat atau tidak menyelesaikan apa yang diperintahkan kepada mereka. (K)

Revengeful.

Secara sadar atau tidak menyimpan dendam dan menghukum orang yang melanggar, sering dengan diam-diam menahan persahabatan atau kasih sayang. (M)

Compromising.

Sering mengendurkan pendiriannya, bahkan ketika dia benar, untuk menghindari konflik. (P) 

Keterangan:

S : Sanguinis = 9

K : Koleris = 2

M : Melankolis = 18

P : Pleghmatis = 8

Kesimpulan tes kepribadian Oci:

Melankolis Sejati plus perpaduan seimbang antara Sanguisnis dan Pleghmatis… ^_^

— Begitulah hasil tes kepribadian oci menurut buku Personality Plus. Ada yang stuju banget dan bisa memberikan bukti dengan peristiwa yang pernah dialami selama berinteraksi dengan oci? Atow ada yang gak stuju banget dan bisa memberikan alasannya? Atow ada yang setengah setuju setengah nggak dan bisa memberikan alasannya pula? Atow ada yang bisa ngasih saran2 agar oci bisa memperbaiki diri? Please GIVE ME YOUR COMMENTS, friends!!! I’ll appreciate that so much!!! Makasih banyak… :)

My Personality (bagian 1)

Filed under: Uncategorized — cherry-calosa at 7:04 pm on Thursday, July 6, 2006

HASIL TES KEPRIBADIAN OCI:

Diadaptasi dari Pola-Pola Kepribadian oleh Lana Bateman, diterbitkan oleh Huntington House, Inc., Lafayette, LA. <dalam buku Personality Plus oleh Florence Littauer, Jakarta, Binarupa Aksara, 1996)

KEKUATAN

Animated.

Penuh kehidupan, sering menggunakan isyarat tangan, lengan dan wajah secara hidup. (S)

Peaceful.

Tampak tidak terganggu dan tenang serta menghindari setiap bentuk kekacauan. (P)

Self-sacrificing.

Bersedia mengorbankan dirinya demi atau untuk memenuhi kebutuhan orang lain. (M)

Considerate.

Menghargai keperluan dan perasaan orang lain. (M)

Refreshing.

Memperbaharui dan membantu atau membuat orang lain merasa senang. (S)

Sensitive.

Secara intensif memperhatikan orang lain, dan apa yang terjadi. (M)

Patient.

Tidak terpengaruh oleh penundaan, tetap tenang dan toleran. (P)

Spontaneous.

Memilih agar semua kehidupan merupakan kegiatan yang impulsif, tidak dipikirkan lebih dulu, dan tidak dihambat oleh rencana. (S)

Optimistic.

Orang yang periang dan meyakinkan dirinya dan orang lain bahwa segala-galanya akan beres. (S)

Faithful.

Secara konsisten bisa diandalkan, teguh, setia, dan mengabdi kadang-kadang tanpa alasan. (M)

Diplomatic.

Berurusan dengan orang lain secara penuh siasat, perasa, dan sabar. (P)

Consistent.

Tetap memiliki keseimbangan secara emosional, menanggapi sebagaimana yang diharapkan orang lain. (P)

Inspiring.

Mendorong orang lain untuk bekerja, bergabung, atau terlibat, dan membuat seluruhnya menyenangkan. (S)

Deep.

Intensif dan introspektif tanpa rasa senang kepada percakapan dan pengejaran yang pulasan. (M)

Mediator.

Secara konsisten mencari peranan merukunkan pertikaian supaya bisa menghindari konflik. (P)

Tolerant.

Mudah menerima pemikiran dan cara-cara orang lain tanpa perlu tidak menyetujui atau mengubahnya. (P)

Loyal.

Setia kepada seseorang, gagasan, atau pekerjaan, kadang-kadang melampaui alasan. (M)

Contented.

Mudah puas dengan apa yang dimilikinya, jarang iri hati. (P)

Pleasant.

Mudah bergaul, bersifat terbuka, mudah diajak bicara. (P)

Behaved.

Secara konsisten ingin membawa dirinya di dalam batas-batas apa yang dirasakan semestinya. (M)

to be continued…

cerpen atau ‘cerpen’?

Filed under: about my 'heart keeper'... — cherry-calosa at 6:59 pm on Thursday, July 6, 2006

Pernahkah kau berpikir tentang takdirmu?

Misalnya, pada suatu titik dalam hidupmu, kau dipertemukan dengan seorang manusia. Lama-lama kau jatuh cinta padanya, dan ingin memilikinya. Namun, karena ia sudah terlebih dahulu dipertemukan dengan manusia lain yang telah membuatnya jatuh cinta, kau pun patah hati. Rasa rendah diri menyelimutimu karena manusia yang dicintainya kauanggap lebih baik darimu, sehingga kau menjauhinya dan mencoba melupakannya.

Perlahan, rasa cintamu padanya tersisihkan oleh hal-hal lain dalam hidupmu. Saat itu, kaukira takdirmu sedang menampakkan diri. Kaukira kausudah mengenyahkan namanya dari hatimu, padahal kau salah besar. Justru takdirmu tengah mempermainkanmu, karena awal kisah hidupmu baru saja dimulai.

***

Keinginan untuk memiliki seorang manusia memang bisa begitu menyiksa. Namun, keinginan untuk dimiliki oleh seorang manusia adalah suatu perasaan tersiksa yang lebih menyakitkan. Apalagi jika manusia yang kaucintai lebih memilih untuk tidak memilikimu, padahal kau begitu ingin dimiliki olehnya.

Ah, benarkah kau bisa memiliki orang yang kaucintai? Bukankah manusia tidak bisa disamakan dengan barang yang bisa diberi label milik? Bukankah manusia memiliki kebebasan yang tidak sepatutnya terbelenggu oleh siapa pun, apalagi hanya atas nama cinta dan rasa ingin memiliki? Bukankah demikian?

Ya, bukankah alangkah egoisnya jika kau memutuskan untuk mencintai seseorang, tetapi tidak memberi kebebasan padanya? Bagaimanapun, cinta itu membebaskan, bukan saling menjajah. Karenanya, untuk apa kau mengikatkan simpul tali belenggu cintamu pada manusia yang kaucintai?

***

Saya menganggapmu adik saya,”

Bohong.

“Jika saya punya salah, saya minta maaf,”

Ya, banyak kesalahan.

“Saya sama sekali belum ingin memikirkan tentang pernikahan. Umur saya masih muda, belum punya penghasilan. Saya ingin lulus kuliah dulu, dan itu baru dua tahun lagi,”

Tidak, saya sudah ingin melamarmu detik ini juga.

“Semoga kita bisa jadi sahabat seperti dulu,”

Pernahkah kita bersahabat? Sejak dulu, saya menganggap kamu sebagai kekasih.

“Jangan terlalu memikirkan hal yang tidak penting, Dik,”

Bukan, tetapi… teruslah memikirkan diriku, Sayangku…

***

“Apakah sudah tidak ada yang bisa diubah? Saya tidak pernah menganggapmu kakak saya. Tidak juga sahabat. Saya selalu menyayangimu sebagai seorang kekasih. Bahkan, saya ingin sekali menjadi istrimu, mendampingimu selamanya. Tolonglah, izinkan saya memperbaiki semuanya! Berikan satu kali kesempatan lagi untuk memulai semuanya dari nol! Saya mohon dengan sangat…”

Kata-kata membeku sedingin salju di dalam hati, tanpa diberi waktu sedetik pun untuk sekadar terucap melalui mulut, dan diinderai oleh telinganya.

***

Namaku Yusuf. Aku seorang penipu.

Parahnya, yang kutipu adalah diriku sendiri. Aku mencintai seorang perempuan, tetapi aku tidak ingin mengakuinya. Ketakutan terbesarku adalah berkata jujur tentang apa yang kurasakan padanya. Kepengecutanku kutunjukkan dengan tidak memedulikan dirinya lagi. Padahal, justru dengan demikian aku merasa semakin tersiksa dan tersakiti.

Saat kusadari bahwa aku terlalu takut menyakiti hatinya dan membuatnya menangis, aku semakin tidak kuasa mendekatinya. Sebenarnya aku ingin memilikinya. Aku ingin ia menemaniku menjalani sisa hidupku. Namun, perempuan yang kucintai mencintai seorang lelaki di masa lalunya, dan lelaki itu kuanggap jauh lebih baik dariku. Kupikir ia akan lebih bahagia dengan lelaki itu, bukan denganku.

Karenanya, biarlah aku bermetamorfosa lebih jauh lagi menjadi seorang penipu ulung. Biarlah aku lebih jauh lagi menipu diriku sendiri. Aku hanya ingin melihat perempuan yang kucintai tersenyum, bukan terus-menerus menangisi diriku. Biarlah ia yang tersenyum, dan aku yang menangis. Inilah takdirku.

***

Namaku Yasmin.

Aku mencintai dua orang lelaki dalam hidupku. Yang pertama kucintai sejak lima tahun yang lalu, sedangkan yang kedua kucintai sejak dua tahun yang lalu. Yang pertama kucintai karena aku mengaguminya, yang kedua kucintai karena aku menyayanginya. Keduanya sama-sama baik hati dan bijaksana, tipikal lelaki idaman setiap perempuan. Hanya saja, aku hanya ingin dimiliki oleh seorang saja dari lelaki itu, yakni lelaki yang kedua.

Aku hanya ingin dimiliki oleh Yusuf.

Sayangnya, semua sudah terlambat. Andai saja aku tidak menceritakan masa laluku, mungkin aku dan Yusuf sudah bersama sejak dulu. Kini Yusuf hanya menganggapku sebagai adiknya, bukan sebagai kekasihnya lagi. Aku tidak mengerti. Aku tidak mau mengerti. Jika keadaannya seperti ini, lebih baik aku pergi saja sejauh-jauhnya dari hidup Yusuf. Aku tidak mau menipu diri dan memosisikan diri sebagai adiknya, sedangkan aku selalu menganggapnya kekasihku.

….

— cerpen atow ‘cerpen’ nih? ^_^ pfiuh… untunglah si ‘Yusuf’ lagi KKN di Indramayu sejak 4 Juli lalu sampe akhir Agustus… kampus begitu menenangkan tanpa dirinya… eh, jadi cerpen atow ‘cerpen’ nih? hahaha… ^_^ —

Selamat pagi, Bu Reporter!

Filed under: Uncategorized — cherry-calosa at 8:02 pm on Tuesday, July 4, 2006

"Selamat pagi, Bu Reporter!"

Wuuuaaaa… great experiences! Gak kerasa udah 3 minggu oci menjalani amanah sebagai Reporter Kampus MQ102,7FM. Gaya nya? Dan selama 3 minggu, oci baru berhasil ngeliput 6 brita dan berhasil on-air 3x (4 sih, cuma 1 lagi gak jadi coz ada kesalahan teknis, hiks). Yah… qo baru segitu sih, Ci? Salah satu sebabnya yakni karena tiadanya izin dari Mamah oci untuk ‘berkeliaran’ tiap hari di luar rumah. Jadinya, cuma bisa maksimal 3x keluar rumah selama 1 minggu. Bayangkan, dalam 3 hari 1 minggu oci ‘berkeliaran’ nyari berita! Akhirnya cuma berhasil ngeliput 6 brita dalam 3 minggu, dan yang ‘lolos’ dari editan News Director MQFM, Pak Deden Lukman, cuma setengahnya! Fiuh… segitu juga alhamdulillah banget!

Wawancara seorang ikhwan mahasiswa Antropologi FISIP 2004 Sang Ketua Pesantren Liburan Mahasiswa Adventure ‘06 (brita pertamaku, berhasil on-air!), wawancara Kepala SMAN 5 Bandung, Bu Emi Yuliaty (brita kedua dan ketigaku, on-air dua-duanya, cuma yang 1 gak jadi karena kesalahan teknis Teh Vivi, editor brita yang gantiin Pak Deden, hiks…), wawancara Pak Daryo, wakil pimpinan proyek pembangunan Bale Padjadjaran-asrama khusus untuk mahasiswa FK Unpad 2006 asal Malaysia (gak lolos, hiks…), wawancara Pak Dadang Suganda, Dekan Fakultas Sastra Unpad (merekam Tugas Filler dari Pak Deden berupa ucapan met milad u/ MQFM), wawancara Pak Gugun Gunardi, Pembantu Dekan III Fakultas Sastra Unpad (on-air euy!), dan wawancara Pak Himendra Wargahadibrata, Rektor Unpad (ini dia yang PALING TAK TERLUPAKAN!!!).

Komunitas MQFM tuh bener-bener ngebuat nyaman dan ngebuat hati damai. Ada Pak Deden Lukman, Kang Agus Al Muhajjir, Kang Suhud Al Hakim (ehm… eh, astahgfirullah!), Teh Heny, Teh Vivi, Teh May Munawaroh, Kang Rahmat Fajar, Kang Yadin Burhanudin, Kang Rohman, … dan masih banyak lagi. Semuanya benar-benar manusia-manusia yang sangat layak diteladani (dan Insya Allah: bening hati dong!). Oci bener-bener gak nyesel kenal sama manusia-manusia ini.

Ada kenikmatan tersendiri saat ‘berkeliaran’ kesana kemari nyari berita sendirian. Ada kenikmatan tersendiri saat ngerasain deg-degan pas wawancara orang-orang yang bisa dibilang ‘bukan sembarang orang’. Ada kepuasan tersendiri saat berhasil nyusun sebuah berita. Ada kenikmatan tersendiri saat nge-SMS Pak Deden tentang judul berita yang berhasil diliput, lalu menunggu saat-saat HP berdering (kalo berdering dan Pak Deden nelpon, berarti berita oci layak on-air). Ada kekecewaan tersendiri saat HP tak kunjung berdering berjam-jam lamanya. Ada kebanggaan tersendiri saat HP berdering, lalu on-air deh. Wah, senangnya!!!

Semuanya itu, bikin oci belajar banyak hal baru. Bahwa kalo kita usaha semaksimal mungkin, maka hasil yang diperoleh juga Insya Allah maksimal juga. Selain itu, bener kata Teh Vivi, jadi reporter itu berarti jadi bagian dari sejarah (oci jadi inget pas peresmian Bale Padjadjaran 29 Juni lalu sama Rektor, dan oci ada di sana!). Bener pula kata Pak Deden, jadi reporter bagian dari ibadah, karena menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi orang lain. Juga bener kata Teh May, independensi itu penting, dan kepribadian yang positif lebih penting lagi.

Well, oci harus nyari berita lagi nih. Wish me luck ya!

Ayo jadi pendengar setia MQ102,7FM!

Waktu on-air para Reporter Kampus: pkl.09.15, 13.15, 14.15, dan 16.15.

Kalo ada di antara kalian yang punya sesuatu yang bermanfaat untuk diberitakan (trutama kegiatan kampus, seminar, event, atow apa pun), kirim aja lewat misej Frenster oci yah.

Oci ngecek Frenster Insya Allah 2 hari 1x. Ditunggu sampe Agustus nanti.

Hatur nuhun ah. Bu Reporter bade ngaliput heula… :)

sekadar progress report

Filed under: Uncategorized — cherry-calosa at 8:36 pm on Sunday, July 2, 2006

Alhamdulillah, liburan euy!

Berhubung oci gak ikut SP, jadi bisa fokus ke targetan-targetan yang telah oci buat untuk mengisi liburan ini (buanyaaaak banget!!!). Moga semuanya bisa tercapai deh, amin.

Salah satu targetan yang berniat oci capai adalah menyelesaikan kisah Yoga Firdaus dan Suci Wulandari. Sekadar progress report, oci ngasitau nih, kalo kisah itu udah oci tulis sebanyak 270 halaman, dan udah di-print sebanyak 120 halaman (sisanya emang perlu diedit ulang). Wow, perkembangan yang pesat! Iya lah, soalnya oci ketik kisah ini tiap hari (kalo lagi di rumah) di sela-sela kegiatan lainnya. Alhamdulillah udah segitu. Mungkin bisa dibilang udah 1/4 jadi, masih 3/4 lagi sih yang belum diketik. Tapi oci yakin oci bisa nyelesein kisah ini akhir bulan ini! Wish me luck aja yah!

Oci emang semangat banget nyelesein kisah ini, karena oci pikir kisah ini sangat berguna buat klarifikasi sesuatu plus bahan inspirasi untuk buat sebuah novel (itu kalo yang niat bikin novelnya sampe sekarang masih niat bikin novel). Pokonya untuk itu, kisah ini harus secepatnya jadi! Semoga aja ya targetan oci kecapai, amin…

atas nama kekaguman pada seorang mentari (bagian II)

Filed under: my lovely friends — cherry-calosa at 8:20 pm on Sunday, July 2, 2006

Ya, jadi begitulah. Mungkin ada sedikit kesalahpahaman di sini, dan oci hanya ingin meluruskan. Itu saja. Untuk saat ini, oci milih untuk jalani hidup ini apa adanya aja. Kalo dibilang capek, ya bisa juga. Kelelahan untuk memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan hati itu mengkristal jadi ketawakalan. Apa yang terjadi, ya terjadilah, gimana Allah aja. Apa sih yang lebih baik daripada takdir Allah? Yaah… setelah pengalaman (baik pahit maupun manis) sama beberapa makhluk kaum Adam lainnya yang pernah masuk ke hidup oci, oci jadi gak begitu antusias lagi mikirin soal ginian.

Padahal, oci kan MO banget (Munakahat Oriented sejati)! Yah, keinginan yang begitu kuat untuk menikah sejak setahun yang lalu ini kian lama kian melemah. Sekarang malah nyaris gak ada (masih ada sisa-sisanya). Pengen fokus ke persiapannya (belajar buat jadi istri & ibu yang baik), ke kuliah, ke amanah (reporter kampus), ke keluarga, ke perbaikan diri (biar bisa dapet ikhwan yang hanif kan oci sendirinya juga harus kayak gitu… amin.. amin.. amin..!)

Ngomongin lagi soal manusia yang seperti mentari itu, mm… gimana yah… jadi serba salah juga. Tapi sejauh ini kayaknya gak ada masalah kok. Paling waktu beberapa hari yang lalu, pas oci ngeliat dia ada di hadapan (oci ada di belakangnya), kok jadi speechless ya? Sekadar nyapa aja nggak. Oci cuma bisa garuk-garuk kepala plus nyengir sendiri… kok gini? Apa ke-speechless-an oci ini dipengaruhi oleh perasaan bersalah yang udah oci paparkan sebelumnya? Jadi gatau mesti ngapain. Lucu we, waktu itu kebingungan… nyapa… jangan… nyapa… jangan… Akhirnya nggak! Parah! ^_^ Padahal biasa aja ya? Duh, gatau nih oci kenapa. Serasa balik lagi ke zaman SMA gini, hahaha…

Ah, sudahlah. Semoga saja dengan penjelasan oci yang cukup panjang lebar ini bisa membuatnya mengerti. Semoga dia bisa terus bermetamorfosa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Semoga apa yang telah terjadi selama ini antara oci sama dia bisa dijadikan bahan pembelajaran. Semoga kami bisa tetap bersahabat dalam ikatan Ukhuwah Islamiyah sampe dipisahkan oleh kematian yang syahid di jalan-Nya (amin!). Semoga dia terus berada dalam lindungan-Nya.

Terakhir, semoga bisa cepet-cepet dapet mentarimu ya, Akh :P!

« Previous Page