dan hanya air mata yang terus mengalir…
(backsound: Pemuda Palestina - EdCoustic & Palestina - Izis)
Risalah Pagi MQFM hari ini ngambil topik "Agresi Israel, Kegamangan Dunia". Selama sekitar 1 setengah jam oci dengerin Kang Agus ngomongin tentang itu melalui walkman, selama perjalanan ke Jatinangor (di DAMRI maksudnya).
Lihat Mata Hati, Mari Lebih Peduli
Menjelang milad MQFM ke-5, kalimat ini sering diulang-ulang di MQFM. Pas dengerin Risalah Pagi, kalimat ini kerasa cocok banget sama topik. Yup, kali ini MQFM mencoba untuk mengajak Sahabat MQ untuk melihat mata hati, apakah sudah bersikap peduli akan kesengsaraan saudara-saudara seiman di bumi Palestina sana, atau belum.
Yang bikin oci terpaku yakni pas dengerin wawancara Kang Agus sama Pak Ferry, Sekjen KISPA (Komisi Indonesia Untuk Solidaritas Palestina). Pak Ferry ngasih tausiyah yang bener-bener nyentuh hati banget, sampe mata oci berkaca-kaca, dan air mata pun ngalir. Bayangin, padahal oci saat itu lagi duduk di dalam bus yang penuh sesak! Tapi oci gak peduli dan ngebiarin air mata itu terus mengalir gitu aja. Sesekali kalo udah nyampe pipi oci hapus pake tangan. Hiks… hiks… mungkin terkesan cengeng, tapi ada alasan tersendiri kenapa oci sampe kayak gitu.
Duhai… betapa kontradiktifnya saat sebagian besar manusia di dunia bergembira ria merayakan Piala Dunia 2006, sedangkan tidak terhitung berapa banyak manusia yang bercucuran darah dan meregang nyawa di Palestina gara-gara kebiadaban zionis Israel!
Dan yang paling menyedihkan, oci termasuk salah satu dari manusia yang berheboh ria nonton bola tiap malem dan ngomongin jalannya pertandingan tiap hari sama temen-temen! Palestina? Hanya selintas terpikir, itu pun hanya ucapan simpati dan sedikit doa, tanpa tindakan konkrit untuk ikut berjuang demi kemerdekaan Palestina! Astagfirullah…
Doa adalah senjata umat, Rasulullah SAW pernah bersabda. Tindakan paling minimal yang bisa dilakukan adalah berdoa agar para mujahid dan mujahadah di Palestina dimudahkan dalam berjihad, agar jikalau mereka mati, mereka mati dalam keadaan syahid, dan agar semua penderitaan mereka segera berakhir dengan kemerdekaan yang membahagiakan. Yuk, kita sempatkan diri, sempatkan waktu kita, untuk sekadar berdoa seperti itu. Semoga Allah mendengar dan mengabulkan doa kita.
Setidaknya, kita masih peduli.
…dan hanya air mata… yang terus mengalir… iringi doaku padamu… Ya Rabb…