coretan-coretan tangan seorang rosi rosmala dewi

MenYeLami HaTi… MeMakNai DiRi… MeReSapI HiDUp…

DeALoVa dan OpiCK

Filed under: about my 'heart keeper'... — cherry-calosa at 7:51 pm on Sunday, June 25, 2006

Jadi inget sama lirik lagu Dealova yang diubah dikit liriknya sama salah seorang sahabat oci:

hanya diri-Mu yang bisa membuatku tenang

tanpa diri-Mu aku merasa hilang… dan sepi…

Nyambung banget sama lagu Opick yang paling oci sukai ini. Judulnya "Kembali Pada Allah":

hasbunallah wanikmal wakil, nikmal maula wanikman nashir

(cukuplah Allah saja bagi kami sebagai pelindung, penolong, dan tempat berserah diri kami)

bila hati gelisah, tak tenang, tak tenteram

bila hatimu goyah, terluka, merana

jauhkah hati ini dari Tuhan, dari Allah?

hilangkah dalam hati, zikirku, imanku?

hanya dengan Allah, hatimu akan menjadi tenang

dengan mengingat Allah, hilanglah semua kegelisahan

cukuplah hanya Allah, hati bergantung berserah diri

Terkadang kita memang lupa, merasa diri kita sendirian saat kesedihan, kegelisahan, kesulitan, dan kesepian menerpa. Padahal Allah selalu ada di sana. Allah selalu ada. Yang perlu kita lakukan hanya kembali pada-Nya, Insya Allah semua rasa sedih, gelisah, sulit, dan sepi itu akan tergantikan oleh ketenangan.

Sebagai prolog, oci jadi inget sama perumpamaan Aa Gym yang suka diulang-ulang tiap kali beliau ngasih tausyah: Jadikanlah dirimu seperti tukang parkir. Setiap harinya ia punya banyak mobil, tapi tiap kali mobil itu diambil dia gak ngerasa kecewa. Biasa-biasa aja, seneng malah. Kenapa? Karena semua mobil itu cuma titipan. Karenanya, perlakukanlah segala sesuatu yang kita miliki dengan sederhana, tidak berlebihan, agar pada suatu saat kita bisa ikhlas jika semua itu diambil sama Allah. Toh itu semua cuma titipan.

Ngomongin soal hati, oci yakin di antara kalian semua yang baca ini pasti pernah menghadapi yang namanya problematika hati, terutama saat berhubungan sama lawan jenis non muhrim. Soal susahnya jaga hati untuk tidak merasakan rasa rindu pada "orang yang belum semestinya dirindukan", untuk tidak merasakan rasa bahagia saat berbagi kata atau bertatap muka dengan "orang yang belum semestinya", untuk tidak mempunyai keinginan untuk memiliki "orang yang belum semestinya kita miliki". Intinya, penempatan rasa cinta dan kasih sayang yang gak tepat.

Suatu hari, di bulan Februari 2006, salah seorang sahabat bertanya sama oci:

"Apa yang akan kamu lakukan jika orang yang kamu dambakan ngundang kamu ke akad nikahnya dengan orang lain"

Ternyata sahabat oci itu sedang mengalaminya (diundang ke akad nikah orang yang didambakannya). Duhai, terbayangkah gimana rasanya?

Lalu, suatu hari di bulan April 2006, oci juga baru tau gimana kesiksanya saat mengetahui bahwa orang yang oci dambakan (untuk menjadi pendamping hidup oci) ternyata mendambakan orang lain untuk menjadi pendamping hidupnya.

Lalu, Jum’at, 23 Juni 2006 lalu, oci juga baru tau gimana sakitnya hati ini saat orang itu (yang notabene dulu pernah mendambakan oci juga) dengan sangat lugas bicara bahwa dia sama sekali tidak membutuhkan oci dalam hidupnya lagi. Lebih lanjut, dia bicara bahwa jika oci pergi jauh ke mana pun, menghilang sekalipun, dia gak akan terpengaruh dan gak akan merasa kehilangan sama sekali.

Apa yang kalian rasakan jika ada di posisi oci?

Di hari itu, setelah saling mengucapkan terima kasih dan kata maaf untuk semua yang telah terjadi, orang itu pergi begitu saja. Detik itu juga, oci sadar, I’ve lost the precious thing in my life, and nothing I can do to change this situation.

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (Q.S. Al Hadid: 22-23)

Alhamdulillah, hati ini masih terjaga. Oci berusaha bermuhasabah diri dan menerima semuanya sebagai takdir Allah adanya. Mungkin dengan kepergian orang itu dari hidup oci merupakan tanda dari Allah bahwa orang itu bukanlah yang terbaik buat oci. Percaya gak? Oci masih bisa tersenyum tuh :) (inget lagunya Padi, hehehe…) Oci harus bisa mengikhlaskan semuanya, dan oci sedang berusaha untuk itu. Toh mubazir banget kalo waktu yang tersisa dalam hidup oci cuma digunakan untuk menyesali diri, menangisi orang itu (yang notabene adalah manusia juga, gak ada bedanya, yang sering alpa dan khilaf), meratapi dunia, nyebut dunia ini gak adil, or whatever.

Masih banyak yang lebih penting untuk dipikirkan dari sekadar memikirkan soal jodoh yang gak kunjung datang, ya kan? Kalo Allah udah berkehendak, apa pun bisa terjadi. Oci sangat percaya itu! Apa pun oci jadinya nanti, gimana Allah aja. Bukan berarti oci gak ikhtiar lho, maksudnya ya ikhtiar, tapi hasilnya jangan memaksakan harus seperti yang diinginkan. Begitu…

Yuk ah, buat yang masih belum nemuin jodohnya sama kayak oci, cuma satu kata yang oci katakan untuk kalian (juga untuk oci sendiri) : "CIAYO!" :)

– ini tulisan dari seorang perempuan yang lagi patah hati lho, hehehe… :P



1 Comment »

37

   _Ndank

April 13, 2008 @ 9:03 pm

so long after that time…still broken heart sist? hope not…talk about it, saya sering mengalaminya (lho, kok hobi?!!)…but the show muat go on…we’ll never know till we try hard to find the message…

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>