this is what I call a perfect morning!
02 Mei 2002
Hm…upacara bendera. Something boring, I always think. But I don’t think so at this moment. What a beautiful morning!!!
”Ci!”
Samar-samar aku mendengar seseorang memanggil namaku, tetapi fokus perhatianku tidak terganggu. Aku masih saja melihat ke depan…mmm…tidak, tepatnya agak ke sebelah kiri. Yap, objek yang satu itu begitu jelas tercetak di sana.
”Sssstt…Ci!”
Oke, konsentrasiku buyar seketika. Dengan segan aku menoleh ke barisan anak-anak kelas I-2 yang berada di sebelah kiriku. Nidia, sang pemilik suara, sedang memandangiku keheranan.
”Kamu kenapa senyam-senyum sendirian gitu? Serem tau!” bisiknya.
Aku diam saja, tetapi senyuman di bibirku kian melebar.
”Ada apa sih, Ci?”
”Well, see who’s there standing in front of your class!”
”Ha? Kagak keliatan, euy. Tura upacara?”
”Yap. Guess who?”
”Hm…satu-satunya yang bisa buat kamu kayak orang gila sekarang ini kan cuma…ow, jangan bilang dia deh…”
”Asli, itu emang dia!”
”Yoga?”
”Hey, panggil Kang Yoga dong. Gitu-gitu juga dia kan kakak kelas kita.”
”Iya iya. Ternyata bener. Kirain kenapa…”
”Emang ga boleh ya?”
”Bukan gitu. Kamu kok jadi aneh gini sih? Udah 100% komit jadi fans Kang Yoga nih?”
Fans?
Aku hanya mengangkat bahu, dan mengalihkan pandanganku kembali ke objek semula. Fans? Hm…mungkin. Boleh juga, kenapa nggak? Gimana ntar aja deh. Yang penting sekarang, kapan lagi ngeliat orang itu berdiri ga jauh dari Suci?
***