“Lago Trasimeno” at Italia
Sebuah danau
Hamparan sajadah biru
Adalah ketenangan tiada tara
Angin dan kabut, barisan pohon cemara
Bukit-bukit menggeraikan rambutnya
Di bawah langit merah padam
Wajah danau
Tak terusik bunyi serangga
Asap kelabu mengalun dari sebuah tungku
Seperti kerudung yang membelit senja
Di depanku, hamparan air menjadi sajadah
Antara biru dan hijau tua
Sebuah balkon, meja dan kursi
Adalah percakapan yang sunyi:
Puisi selalu hadir di antara kesendirian
Serta kecemasanku. Puisi menggenang bagai air
Puisi mengambang di udara beku
Puisi menuntunku dekat padamu
Wajah tanpa wujud
Bayang-bayang gaib yang menjelma
Di keremangan. Aku sembahyang
Melewati dermaga, perahu-perahu
Melewati masa lalu yang jauh
Melewati sejumlah tempat dan kesepian
Kulihat bukit-bukit bersujud
Pohon-pohon, tiang-tiang listrik
Angin dan kabut yang menebal dan bergulung
Semuanya bersujud padamu. Sebuah danau
Hamparan sajadah bagi semesta
Adalah ketenangan yang sempurna
1992
(Trasimeno, Acep Zamzam Noor)

