dan buat aku tersenyum (part I)
25 Juni 2002 (Part 1)
…dan buat aku tersenyum, dengan canda tawamu, walaupun tuk sekejap…
Salah satu lagu favoritku, Buat Aku Tersenyum dari Sheila on 7. Pagi ini, angkot Kalapa-Ledeng yang kunaiki berhenti cukup lama saat lampu merah di perempatan BIP Jln. Merdeka. Seorang pengamen menghampiri angkot yang kunaiki, lalu mengucapkan salam sambil menaruh topinya di lantai angkot. Tidak lama kemudian terdengar suara genjrang-genjreng yang sumbang, dan ia pun mulai melantunkan lagu itu dengan gitar usangnya yang mungil. Kucermati dirinya baik-baik. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahunan, dengan penampilan yang amat kumal (sepertinya ia tidak hobi mandi), dan rambut yang acak-acakan. Namun, bukan itu yang menarik perhatianku. Suaranya itu…
…datanglah sayang, dan biarkan ku berbaring, di pelukanmu, walaupun tuk sejenak…wohuwo…woooo….
Aku setengah mati menahan tawaku. Duh, tahukah dia suaranya begitu fals? Nada-nada yang keluar dari mulutnya tidak beraturan, dan tidak ”masuk” ke dalam irama yang tercipta dari genjrang-genjreng gitarnya. Tetapi ia terlihat tidak peduli. Bahkan dengan sangat percaya diri dan penuh semangat ia terus saja melantunkan lagu itu. Raut mukanya pun tidak ketinggalan, karena terlihat begitu menghayati lagu yang dinyanyikannya. Hmm…I remember someone…
Angkot yang kunaiki memang tidak begitu penuh. Berhubung lagu yang dinyanyikannya kusukai (plus dia mengingatkanku pada Kang Yoga!), aku memberinya beberapa keping uang receh ratusan saat lampu hijau menyala dan ia menyodorkan topinya ke hadapanku. Sambil tersenyum, ia mengucapkan terima kasih. No problem, makasih juga udah ngingetin Suci ke Kang Yoga ya, De, hehehe…
Aku masih berusaha menahan tawaku. Dan ketika aku sudah duduk manis di dalam kelas, aku tertawa terbahak-bahak. Hwahahahahaha….Sampai-sampai teman-temanku yang sudah datang lebih dulu menghampiriku dan bertanya apa aku baik-baik saja.
***