and he laugh…laugh…laugh again!
15 Juli 2002
Hari ini, berbagai macam lukisan dan gambar karya murid-murid sekolahku dipajang di depan Ruang Kepala Sekolah. Pulang sekolah, aku pun melihat-lihat dengan antusias. Bagus-bagus. Hebat! Namun, aku terkesiap kaget kala melihat sebuah gambar yang ikut dipajang di sana. Gambar batik dengan perpaduan warna merah muda dan biru muda yang tampak begitu sederhana. Hei, rasanya Suci kenal gambar ini deh…ng…nggak mungkin…ini kan…hah? GAK SALAH? Lalu aku lekas melihat papan nama si pembuat di bawahnya. KOK BISA SIH?
”Pras, sini!”
Eh? Aku menoleh. Ups, Kang Yoga dan Kang Pras menuju ke arah tempatku berdiri. Sesegera mungkin aku beranjak pergi, pura-pura melihat karya-karya yang lain, sambil memasang telinga.
Dari jarak yang kuanggap cukup aman, aku mulai mencuri-curi pandang ke arah keduanya. Kang Yoga tampak begitu antusias memandangi setiap karya. Lalu ia mulai melihat-lihat ke area gambar-gambar batik. Oh tidak, jangan kesana, Kang! Jangan liat yang ITU, pliiiiis! Tetapi aku hanya bisa berseru dalam hati sambil menggigit bibir bawahku. Kang Yoga sudah melihatnya dan mulai memandanginya dengan raut muka menilai. Rasanya jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Duh, maluuu…
”Pras, liat ini deh!”
”Apaan, Ga?”
Selanjutnya aku tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, karena mereka mengobrol sambil berbisik-bisik. Lalu aku melihat Kang Yoga mulai tertawa sambil menunjuk gambar itu berkali-kali. Tidak lama kemudian Kang Pras pun ikut tertawa. Oke, ternyata karyaKU ditertawakan…Tanpa sadar aku merengut sebal, tetapi tetap saja aku memperhatikan apa yang mereka lakukan selanjutnya. Kang Yoga menelusuri tiap detil gambarku dengan ujung jarinya, sambil tidak henti membisiki Kang Pras. Tampaknya komentar yang cukup tajam dan entah kapan akan berakhir.
Oke, cukup. Aku berbalik dan beranjak meninggalkan tempat itu menuju ke kantin. Oke, silakan berkomentar apa pun. Silakan menertawakan gambar itu sepuasnya. Silakan, silakan. Lagian, Suci juga ga nyangka Bu Dewi tega majang gambar itu di antara gambar-gambar lain yang jauuuuuuh lebih bagus dan berseni. Suci kira gambar itu dikumpul cuma buat Bu Dewi, gataunya….Aduh, Bu Dewi jahat banget! Gambar jelek yang Suci bikin kenapa dipajang juga sih, Bu? Jadinya diketawain gitu deh. Sama Kang Yoga pula…
Dan aku masih merengut saat duduk di bangku kantin, di antara teman-temanku.
***