Serenade Sepenggal Kisah
…jemari ini memang sudah tak sabar untuk menari samba, tango, ataupun salsa di atas tuts-tuts keyboard komputer, mengalirkan sepenggal kisah di ambang mimpi dan kenyataan…dan jiwa ini haus untuk berbagi kata dengannya yang entah di mana…semoga kelak keseluruhan kisah ini bisa menjawab segala keingintahuanmu…mereka bilang ini novelet bersambung, aku bilang bukan…ini adalah pengejawantahan keinginanku untuk memenuhi pintanya…jadi cukup bacalah dan diamlah…tutup mulutmu dan bacalah dengan hatimu…tapi sayang sang waktu selalu saja sulit untuk kuajak berkompromi di meja perundingan untuk sekali saja membuatku merasa tidak dikejar-kejar…maafkan, tapi tunggulah aku dan kisahku…tidak sekarang, tapi nanti, nanti, nanti…entah kapan, tapi pasti ada…lalu mulut ini pun akan terkatup, mempercayakan segalanya pada tarian lincah jari-jemari ini…
< rosi rosmala dewi >
- kupersembahkan untuk ‘Yoga Firdaus’ : bersiap-siaplah untuk senyum, tawa, kerutan kening, helaan napas, pelototan mata, decakan lidah, dan reaksi-reaksi lainnya yang kuyakin akan kaualami saat matamu menelusuri setiap huruf dalam kisah ini…so, just read this until the story end!!! -