…ini adalah sebuah prolog…
…Dalam menempuh kehidupan kita memang harus kadang-kadang berhenti sejenak untuk melihat apa saja yang telah kita lalui… (Sapardi Djoko Damono)
Ini hanyalah sebuah prolog singkat untuk mengawali sebuah kisah yang akan jemari ini tuliskan. Bukan kisah tentang sepasang kekasih. Bukan pula tentang sepasang sahabat. Hanyalah kisah tentang dua orang manusia yang saling mengenal secara tidak sengaja dan dalam proses berinteraksi pun mereka dipenuhi ketidaksengajaan yang terkadang menimbulkan tanda tanya: INIKAH TAKDIR? Ah, sudahlah, lagi-lagi ini hanya serenade sepenggal kisah. Ya, penggalan-penggalan kisah yang memaksa untuk disenandungkan dalam irama serenade yang konstan…
PROLOG
Ruang waktu adalah hamparan luas tak bertepi. Terdiri dari rantai detik, sambung menyambung menjadi menit, jam, minggu, bulan, dan lakon hidup kita terjadi di dalamnya. Pernahkah kita berpikir: bagaimana bila sebuah kejadian, pada detik tertentu, seminggu yang lalu, tidak terjadi seperti yang kita alami? Cukup SATU DETIK saja…satu detik YANG MENENTUKAN PERBEDAAN.
( Monty Tiwa - penulis skenario Andai Ia Tahu)
_ suatu senja saat rintik hujan di sebuah warnet sederhana di bulan Desember _
From <Yoga> 15-11-2005 21:36
Klo ga kberatan tlg critakan apa yg tjadi sjak dulu kmu knal Yoga smp skrg..
Yoga Firdaus. Sebuah nama yang menyiratkan berjuta makna. Bukan makna secara etimologi, harafiah, atau apa pun, tetapi makna yang lain yang lebih dari itu. Hanya Suci yang mengerti itu. Sebanyak 65 buah SMS dengan nama itu masih tersimpan rapi di handphone Nokia 3650-nya, dalam folder bertajuk "dr.Yoga Firdaus,Sp.BS.".
Suci menghela napas. Ia merasa agak letih belakangan ini. Apalagi setelah terjadi peristiwa itu. Kebodohan terfatal yang pernah dilakukannya seumur hidup! Suatu malam di pertengahan November, saat semua berawal baik-baik saja, hingga ia membuat semuanya menjadi tidak baik-baik saja. Hingga kini ia merasakan rasa bersalah yang teramat sangat pada Yoga…
***