…kali pertama kutahu namanya…
Namanya Yoga. Yoga Firdaus. Kelas II-4.
“Kenapa sih pake nyuruh nyari data soal dia segala?”
Tatapan penuh curiga Nidia kubalas dengan senyum simpul.
“Ngga. Cuma pengen tau aja kok. Tau ga Nid, ampe sekarang Suci selalu aja pengen ketawa kalo ga sengaja ngeliat makhluk yang satu itu. Masih keinget sama suaranya itu lho…hehehe…”
Nidia masih menatapku penuh curiga, tapi aku tak peduli. Aku duduk di atas bangku panjang di depan kelasku, I-1. Tepat di lahan depan kelasku ada kolam kecil dan tetumbuhan yang begitu asri dipandang mata. Sesekali air mancur di tengah kolam memancar indah. Di seberang sana terdapat gedung berlantai 3 yang diperuntukkan untuk murid-murid kelas II. Dari Nidia aku tahu bahwa kelas Yoga adalah di lantai 2 yang masih terjangkau oleh penglihatanku.
Diam-diam sejak saat itu aku sering duduk di atas bangku di depan kelasku, hanya untuk mendongak ke arah lantai 2 gedung itu, tepat ke arah kelasnya. Satu kali aku melihatnya bersandar ke tepian pagar tembok pembatas. Kali lain aku melihatnya sedang membaca sebuah buku dengan ekspresi wajah serius. Lalu terkadang kulihat dia sedang asyik mengobrol dengan teman-temannya. Yang paling kusukai adalah saat memergokinya sedang termenung sendirian entah memikirkan apa sambil memandang ke bawah, ke arah kolam air mancur.
Nidia mulai mengikuti kebiasaanku mengamatinya, walaupun terkadang ia tidak habis pikir tentang alasanku sehingga bisa begitu memperhatikan makhluk bernama Yoga.
Hm…Kang Yoga Firdaus. Aku selalu tersenyum geli saat menyebut maupun mendengar namanya, teringat akan suaranya yang "menakjubkan" yang kudengar beberapa minggu yang lalu.
***