Untuk Kalian yang Rindu Menikah
Pernikahan…
Semua orang bisa melakukannya, menjalaninya, menikmatinya, bahkan memorak-porandakannya.
Pernikahan:
Bukan sebuah keinginan, namun sebuah keberanian untuk mengambil tanggung jawab dan kesiapan untuk berjuang. Bisa juga menjadi sebuah pilihan. Sebab, ada banyak cara jika hanya sekadar untuk menunjukkan rasa simpati, kasih sayang, dan… cinta. Dan pernikahan adalah cara paling ‘cerdas’ untuk itu!
Pernikahan:
Menjadikan kita belajar banyak hal. Bahwa ternyata, mengenal adalah proses panjang yang tak pernah lekang dan tak berbatas waktu. Bahwa pasangan kita adalah manusia biasa yang punya potensi hina dan mulia, seperti juga kita.
Pernikahan:
Menjadikan seseorang mengevaluasi diri. Bukan untuk menjadi malaikat. Bukan juga hanya untuk sekadar meraih bahagia.
Pernikahan:
Adalah keikhlasan…untuk memberi dan melakukan kebaikan. Mendahului memaafkan, mendahului bertindak mulia….Hingga tak ada yang merasa terzalimi, karena semua hak telah terpenuhi, keseimbangan telah terjiwai. Menyatu dalam ikatan yang diridhoi Allah Ar Rahman, Sang Pemilik Cinta Sejati.
(dikutip dari buku Diary Pengantin-Kisah sejati yang menginspirasi tentang aneka pernik kehidupan pernikahan, Izzatul Jannah&Robi’ah al-Adawiyah, penerbit Syaamil, Bandung:2005)
~ Tidak bisa dipungkiri bahwa Oci ini adalah seorang MO (Munakahat Oriented)sejati, hehe…jadi pastinya buku ini banyak memberi tausiyah yang berharga buat Oci, bahwa nikah itu bukan cuma pengen, tapi juga harus siap lahir dan batin, bukan hal sembarangan. Ayo buat MO-MO lainnya, baca yah
~